Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba-Serbi

Mengerikan, Ini Sembilan Mega Proyek yang Menelan Ribuan Nyawa Pekerjanya

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Heryanto

24 - Mar - 2019, 18:55

Placeholder
Tembok besar china yang pembangunannya konon menelan ribuan jiwa (Istimewa)

MALANGTIMES - Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, kita mengenal istilah kerja rodi atau sistem kerja paksa yang diterapkan pada warga pribumi tanpa upah. 

Begitu pula pada zaman penjajahan Jepang bagaimana menderitanya para pekerja paksa yang dikenal sebagai rumosha, dimana bangsa kita diperlakukan dengan sangat buruk.

Baca Juga : Teori Baru Bermunculan di Tengah Pandemi Corona: Media Tebar Propaganda, Ciptakan Panik, Ending-nya Krisis Ekonomi

Meskipun saat ini kerja paksa dihapuskan dan dilarang oleh International Labour Organization atau ILO, pada prakteknya masih saja ada eksploitasi tenaga kerja, namun saat ini bentuknya tak seperti dulu. Kerja paksa kini berubah menjadi lebih modern.

Beberapa pembangunan proyek ini selama puluhan tahun bahkan menyebabkan banyak korban hingga jutaan orang meninggal dunia.

Lalu proyek-proyek apa saja yang banyak menelan korban jiwa, mari langsung saja kita simak informasinya.

1. Proyek Bendungan Aswan

Dibangun pada 1970 di Mesir, bendungan Aswan dibangun sebagai Bendungan tanggul di Sungai Nil. 

Proyek ini dibangun untuk mengendalikan banjir, pembangkit listrik tenaga air dan menyediakan air untuk irigasi pertanian.

Bendungan ini, sebenarnya memiliki dampak yang signifikan terhadap industrialisasi Mesir secara ekonomi dan budaya.  

Namun ketika konstruksi berlangsung, adanya kesalahan dalam manajemen menyebabkan sekitar 500 kematian para pekerja.

Korban kematian para pekerja ini disebabkan, terutama karena kurangnya protokol keamanan yang kurang cerdas dalam proyek-proyek konstruksi modern saat itu. 

Sehingga kondisi keselamatan dalam proyek ini sangat buruk hingga akhirnya banyak pekerja yang meninggal.

2. Konstruksi Stadion Qatar

Saat FIFA mengumumkan Qatar sebagai tuan rumah penyelenggaraan piala dunia 2022, Pemerintah Qatar mengebut pengerjaan proyek konstruksi. 

Namun di balik megahnya proyek konstruksi yang menghabiskan sekitar 123 miliar Poundsterling ini, menyimpan kisah miris mengenai para pekerja.

Pembangunan konatruksi ini, memakan tumbal lebih dari 500 orang pekerja. Terdapat imigran asal India tewas dalam pembangunan stadion ini.

Bahkan dalam dua tahun terakhir, tercatat jumlah korban tewas mencapai angka lebih dari 700 nyawa.

FIFA sendiri telah mengambil langkah dengan membentuk tim hak asasi manusia untuk menyelidiki kasus ini. 

Berdasarkan angka resmi dikeluarkan pemerintah India, bahwa lebih dari 700 orang kehilangan nyawa mereka, sejak awal pembangunan pada Desember 2010.

Sedangkan dari Kedutaan Nepal mencatat, pekerjanya banyak yang meninggal karena serangan jantung dan kecelakaan kerja. 

Dalam dokumen tercatat, 233 imigran yang meninggal pada 2010. 239 imigran pada 2011 dan 237 imigran pada 2013.

Diperkirakan empat tahun terakhir pembangunan proyek ini telah memakan sekitar 974 pekerja.

Diperkirakan total 1,2 juta pekerja imigran dari India Pakistan, Nepal Sri Lanka Filipina dan Mesir dikerahkan untuk menyelesaikan proyek mega konstruksi ini.

3. Proyek Jalan Raya Karakoram

Dikenal sebagai  jalan tol persahabatan di Tiongkok, Jalan Raya Karakoram menghubungkan Tiongkok dan Pakistan. 

Melintasi Pegunungan Karakoram, jalan ini merupakan jalan beraspal tertinggi di dunia.

Jalan Raya Karakoram menghubungkan wilayah yang di Tiongkok dan wilayah baltistan serta daerah diwilayah Pakistan. 

Bahkan jalan ini juga dianggap sebagai sembolan keajaiban dunia. Sebab jalan ini melintasi tiga pegunungan.

Jalan raya ini dibangun di daerah pada ketinggian 4693 meter dan dalam kondisi medan yang sangat sulit. 

Tragis, selama proyek pembangunan jalan ini, diperkirakan antara tahun 1959 dan tahun berikutnya, sebanyak 1.300 pekerja tewas saat berusaha untuk menyelesaikan jalan.

4. Proyek The White Sea Kanal Baltik

White Sea Kanal Baltik adalah terusan di Rusia dengan panjang 227 kilometer. Terusan ini dibuka secara resmi pada 1933. 

Sebagian terusan laut putih-baltik ini, merupakan sungai. Dikonstruksi kanal buatan dan danau, selama pembangunannya proyek ini telah menelan korban jiwa sebanyak 12 ribu pekerja.

Kan di Rusia yang menghubungkan antara Laut Putih dengan Danau Onega ini selanjutnya terhubung ke proses pembangunan terusan laut putih-baltik. 

Proyek ini dibangun menggunakan tenaga kerja paksa dari tahanan pada 1931 sampai 1933.

Tidak ada catatan resmi untuk kasus kematian kerja pada proyek ini. 

Namun para ahli memperkirakan sekitar 10.000 hingga 12.000 orang meninggal selama proyek berlangsung karena kecelakaan, penyiksaan, malnutrisi atau kekurangan makanan dan berbagai penyakit.

5. Proyek Terusan Panama

Pembangunan Terusan Panama disebut-sebut sebagai salah satu proyek paling mematikan dalam sejarah kontemporer. 

Dimulai pada 1880, di bawah kepemimpinan Perancis, upaya pertama untuk membangun permukaan laut ini ditinggalkan, karena kondisi medis dan biaya pembangunan yang sangat mahal.

Proyek ini dikerjakan didaerah tropis dengan medan yang tidak stabil dan curah hujan yang turun setiap tahun. 

Proyek ini dinyatakan bangkrut dan ditinggalkan pada 1890.

Pada proyek tersbeut, sekitar 22 ribu pekerja meninggal. Hal ini terjadi karena kecelakaan penyakit malaria dan penyakit lainnya. 

Tak lama kemudian orang Amerika mengambil alih proyek dan melanjutkan pembangunan kanal ini hingga 1914 dari target waktu yang ditetapkan.

Baca Juga : Ramai di Twitter, Bintang Emon Kritik Warga Indonesia yang Nggak Mau di Rumah Aja Cegah Corona

Alasan utama keberhasilan proyek ini adalah, kemajuan dalam bidang medis meskipun hampir 6.000 pekerja meninggal selama pihak Amerika mengambil proyek ini. 

Untuk proyek ini, diperkirakan menelan korban jiwa antara 28.000 sampai 30.609 jiwa dan sebagian besar disebabkan penyakit malaria.

6. Proyek Rel Kereta Maut Burma

Rel kereta Burma, menjadi saksi kekejaman tentara Jepang diperbatasan Myanmar dahulu kala.

Diperkirakan dalam proyek tersebut, 106 ribu nyawa melayang kala itu.

Jalur kereta menyimpan kisah pilu pada masa kekejaman Jepang di Myanmar pada 1942. 

Bangunan ini juga salah satu saksi bisu perang dunia 2. 

Jalur kereta ini memiliki panjang sekitar 420 kilometer dan menghubungkan antara Thailand dan Myanmar.

Jalur kereta ini dahulu digunakan sebagai jalur transportasi Jepang yang berperang melawan pasukan Inggris dan sekutunya.

7. Proyek Tembok Besar China

Tidak ada fakta yang dapat diverifikasi atau dokumen tertulis secara detail tentang pekerja dari tembok besar Cina. 

Dibutuhkan rentang waktu lebih dari 2000 tahun untuk menyelesaikan mega proyek ini.

Dibawah pengawasan prajurit kerajaan, tidak ada keraguan bahwa dinasti pada masa itu menerapkan kerja paksa untuk membangun Tembok Besar Cina. 

Sehingga para budak dan tawanan perang dipaksa untuk menyelesaikan proyek ini.

Sejarawan memperkirakan, bahwa sekitar dua sampai tiga juta orang meninggal selama proses konstruksi. 

Meskipun tidak ada literatur untuk membuktikan perkiraan ini, hal ini menjadi pembenaran sejarah kita. 

Bahkan, kita tidak tahu apakah metode-metode yang diterapkan selama proyek pembangunan Ini aman bagi para pekerja kala itu.

8. Proyek Manhattan

Adanya proyek ini merupakan gerbang kematian bagi ratusan ribu orang. 

Proyek ini dimulai secara diam-diam pada tahun 1939 di mana proyek tersebut menghasilkan pemadam pertama di muka bumi.

Dalam proyek tersebut dipimpin oleh seorang Fisikawan Amerika bernama Julius Robert oppenheimer. 

Namun yang mengendalikan proyek tersebut secara keseluruhan berada di tangan militer yakni Mayor Jenderal Leslie groves dari US Army Corps of engineers.

Bom atom tersebut kemudian sempat diuji coba di Jepang. 

Bom tersebut diledakkan pada 6 Agustus di Hiroshima dan Nagasaki. 

Dampaknya mampu menghasilkan sebuah awan cendawan atau jamur yang menyebar  12.000 meter serta memiliki kekuatan setara dengan 15 ribu TNT yang banyak membunuh ribuan nyawa disana.

Dan pada saat hari dimana  bom atom tersebut meledak, Openheimer bersyukur atas kesuksesan misinya. 

Namun beberapa bulan kemudian justru penyesalan yang datang dan menerpa dirinya.

Sebab pemerintah Amerika menggunakan tragedi tersebut untuk mempercepat perlombaan senjata nuklir dan bukan menciptakan perdamaian dunia.

9. Proyek Rugyong Hotel, Korea Utara

Hotel ini merupakan salah satu hotel pencakar langit yang cukup unik berbentuk piramida.

Hotel ini memiliki jumlah lantai yang begitu banyak yakni 105 lantai berada di Ibu Kota Korea yaitu Pong Yang.

Hotel ini memiliki sebutan hotel malapetaka.

Hal itu bukan tanpa alasan. Sebab dalam pembangunan hotel ini pada tahun 1987 ini telah menelen ribuan korban jiwa pekerja karena mengalami kecelakan dan sakit. 

Selain itu, terus timbulnya korban akibat ambisi penguasa yang ingin menyelesaiakn mega proyek itu. 

Pembangunan hotel tersebut berhenti karena krisis keuangan yang menimpa Korea Utara pasca bubarnya Uni Soviet.

Hotel ini sendiri baru dioperasikan pada tahun 2013 lalu setelah melalui pembangunan yang cukup panjang dan nyaris menyentuh rentan waktu 30 tahun.

Nah itulah tadi sembilan proyek yang menelan korban para pekerja hingga ribuan nyawa, dirangkum dari berbagai sumber. 

Jangan lupa follow Instagaram, Facebook Twitter, Youtube Malangtimes.  Nantikan terus berita menarik lainnya hanya di Malangtimes.com


Topik

Serba-Serbi proyek-menelan-banyak-korban Proyek-yang-Menelan-Ribuan-Nyawa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Heryanto