JATIMTIMES - Kepala Desa (Kades) Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi M. Arifin, memilih beternak unggas khususnya mentok, ayam dan bebek sebagai upaya mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional
Menurut Kades Arifin, rintisan usaha ternak unggas yang dilakukan berawal dari coba-coba dan keinginan untuk memenuhi kebutuhan makanan sehat dan protein bagi dua anaknya.
Baca Juga : 72 Polisi Banyuwangi Terima Satyalancana Pengabdian
"Awalnya coba-coba dan ingin memenuhi kebutuhan keluarga minimal untuk mengurangi pengeluaran belanja harian karena anak tiap hari juga butuh protein," ujar Arifin di rumahnya Minggu (25/1/2026).
Dengan menekuni ternak unggas dia berharap bisa mendapatkan penghasilan harian mingguan dan bulanan yang dirasakan sangat membantu pendapatan keluarganya.
Dia menuturkan usaha ternak mentok diawali dengan membeli 10 ekor. Dalam perjalanan mengalami perkembangan yang cukup menjanjikan sampai mencapai jumlah lebih dari 70 ekor.
Dari jumlah tersebut, untuk operasional pembelian pakan usahanya, Arifin menjual sebagian mentok terutama pejantan. "Untuk harga jual mentok jantan (bangsong) satu ekor dihargai Rp. 130 - 150 ribu. Sedangkan yang betina Rp. 50 - 70 ribu per ekor," imbuh Arifin.
Baca Juga : Dosen PBA UIN Malang Wakili Indonesia di Program Pakar Bahasa Arab Internasional di Arab Saudi
Jumlah mentoknya saat ini yang indukan sekitar 30, sedangkan yang anakan sekitar 20 ekor. Sebelum tahun baru lalu, dia menjual sebagian mentoknya dan mendapatkan hasil penjualan yang lumayan. Karena dinilai usaha yang ditekuni menguntungkan Arifin mengajak warganya untuk ternak mentok utamanya yang tinggal di sekitar kandangnya.
