Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Kabar Baik Awal 2026, Bulog Pastikan Bansos Beras Tetap Cair untuk 18 Juta KPM

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

02 - Jan - 2026, 19:12

Placeholder
Ilustrasi beras bulog. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kabar baik datang bagi masyarakat penerima manfaat di Indonesia. Perum Bulog memastikan tetap menjalankan penyaluran bantuan pangan beras pada tahun 2026. Kepastian ini sekaligus menegaskan peran Bulog sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan bantuan pangan beras pada 2026 akan disalurkan selama empat bulan dengan total volume mencapai 720 ribu ton. Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan.

Baca Juga : Dana Pemerintah Ditarik untuk Belanja, Ahmad Irawan Sebut Transfer ke Daerah Dongkrak Konsumsi

“Penyaluran bantuan pangan untuk empat bulan di tahun 2026 sekitar 720 ribu ton untuk 18 juta penerima manfaat,” ujar Ahmad Rizal dalam konferensi pers capaian kinerja Bulog dan langkah strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Penyaluran bantuan tersebut menyasar sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan, di tengah dinamika harga pangan.

SPHP Beras Sepanjang Tahun, Volume Disesuaikan Musim Panen

Selain bantuan pangan beras, Bulog juga kembali ditugaskan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan total volume 1,5 juta ton sepanjang tahun 2026. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya berlangsung delapan bulan, program SPHP pada 2026 akan berjalan sepanjang tahun.

Namun, pada musim panen raya seperti Maret, April, dan Agustus, volume SPHP akan dikurangi di daerah sentra produksi padi. Kebijakan ini dilakukan agar harga gabah petani tidak tertekan akibat kelebihan pasokan di pasar. Meski demikian, penyaluran SPHP tetap berjalan normal di wilayah non-sentra produksi.

“Di daerah sentra produksi seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, dan NTB volumenya akan dikecilkan supaya tidak menekan harga petani, sementara di daerah non-sentra tetap berjalan seperti biasa,” jelas Ahmad Rizal.

Cadangan Pangan, Penyerapan Nasional, dan Infrastruktur

Untuk kebutuhan darurat, Bulog menyiapkan cadangan beras sebesar 25 ribu ton yang akan digunakan untuk penanganan bencana dan kondisi khusus lainnya. Angka ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian di bawah Kemenko Pangan.

Dari sisi hulu, Bulog menargetkan penyerapan 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung sepanjang 2026. Target tersebut ditetapkan melalui rapat koordinasi terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Bulog juga tengah mengupayakan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar proses penyerapan hasil panen petani tidak lagi bergantung pada pinjaman perbankan dengan bunga tinggi.

Baca Juga : Yayasan Baitul Maal PLN UP3 Malang Bersama MTC Berbagi Kebahagiaan Awal Tahun

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp5 triliun untuk pembangunan 100 infrastruktur pascapanen, termasuk gudang dan Rice Milling Unit (RMU). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas beras, memperkuat cadangan pangan, serta menjaga stabilitas pasokan nasional.

Selain beras, pada 2026 Bulog juga mendapatkan mandat untuk menyerap 35 persen MinyaKita dari total Domestic Market Obligation (DMO) nasional guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng rakyat.

Sementara itu, kinerja Bulog sepanjang 2025 mencatat capaian bersejarah. Penyerapan setara beras mencapai 3,19 juta ton, tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1968. Penyerapan jagung dalam negeri juga mencetak rekor dengan total 101.968 ton. Hingga akhir 2025, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,24 juta ton, menjadi stok awal tahun tertinggi sepanjang sejarah.

Dengan stok yang kuat, penyaluran bantuan berlanjut, serta dukungan penyerapan dan infrastruktur, Bulog optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional sepanjang 2026.


Topik

Ekonomi bulog bantuan beras ketahanan pangan nasional beras sphp



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya