Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Tradisi Pakaian Adat, Cara Warga Desa Junjung Sambut Musim Tanam Tiba

Penulis : Anang Basso - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

16 - Jan - 2026, 20:35

Placeholder
Tradisi pakaian adat digelar di Situs Malam di kawasan Goa Pasir Desa Junjung (Foto: Anang Basso / Tulungagung Times)

JATIMTIMES - Tradisi leluhur yang menjadi warisan leluhur di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, masih lestari hingga saat ini. Tradisi yang dikenal dengan Pakaian Adat menandakan masa musim tanam dimulai.

Nama pakaian adat bukan merujuk pada busana atau baju, namun pada nama budaya yang sudah ada sejak zaman dahulu kala.

Baca Juga : Larung Tumpeng Sarangan Sah Jadi Warisan Budaya Tak Benda

"Dilaksanakan pada tiap Jumat Pon dan sekali dalam setahun," kata tokoh masyarakat setempat, Endiono, Jumat (16/1/2026).

Pakaian adat adalah ritual tradisional berupa selamatan selayaknya ulur-ulur atau sedekah bumi. Bedanya, pakaian adat ini selalu ditempatkan di situs pemakaman Mbah Bodho yang letaknya dibagian bawah goa.

Kepala Desa Junjung, Hari Santoso menuturkan, pakaian adat adalah budaya atau tradisi yang selalu dilaksanakan dari tahun ke tahun.

"Selalu dilaksanakan, tujuannya doa bersama dan mohon berkah pada Tuhan yang maha kuasa agar masyarakat diberikan keselamatan," ucapnya.

Selain itu, dalam kegiatan pakaian adat ini seluruh warga yang hadir turut mendoakan agar dijauhkan dari bala' atau mara bahaya yang sewaktu-waktu bisa datang.

"Intinya minta kebaikan supaya dijauhkan dari musibah," paparnya.

Sekretaris Desa Junjung, Wirawan yang juga hadir dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa tiap kegiatan pakaian adat selalu dilengkapi dengan ambeng atau makanan khas untuk selamatan.

Makanan ini dibawa warga secara sukarela yang terdiri dari nasi kuning, nasi putih, lauk seperti serondeng, sambal goreng hingga ingkung ayam selayaknya adat genduri ala Jawa Tulungagungan.

Baca Juga : Mahasiswa Unikama Turun ke Lereng Gubug Klakah, Mengkaji Konservasi Lahan untuk Pertanian Berkelanjutan

"Tradisi pakaian adat adalah istilah atau nama yang sudah dari dulu melekat dalam kegiatan tahunan di Gua Pasir ini. Ini juga menandai dimulainya mumim tandur atau musim tanam bagi petani," terangnya.

Seluruh berkat atau ambeng yang dibawa oleh warga ini, setelah di hatatkan dan diberikan doa, maka dibagi. Karena semua yang datang membawa ambeng, maka pembagiannya berupa tukar nasi beserta lauknya dengan sesama warga.

Suasana teduh dan tenang di pelataran makam membuat suasana Pakaian Adat menjadi sangat damai dan penuh kekeluargaan.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Tradisi Pakaian Adat Desa Junjung Tulungagung Musim Tanam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anang Basso

Editor

Sri Kurnia Mahiruni