JATIMTIMES - Polres Malang menggelar rangkaian kegiatan serah terima jabatan Kapolres Malang dari AKBP Danang Setiyo P.S. kepada AKBP Muhammad Taat Resdi, Rabu (14/1/2026). Pada kegiatan yang dilaksanakan di Mapolres Malang tersebut turut dirangkai dengan tradisi kepolisian serta apel bersama jajaran.
Kegiatan tersebut menjadi momen terakhir bagi Danang memimpin apel secara langsung sebagai Kapolres Malang setelah kurang lebih satu tahun bertugas di wilayah hukum Polres Malang. Sementara itu, dalam pernyataannya Taat menyebut, jabatan sebagai Kapolres Malang tersebut merupakan kali ke sembilan bagi dirinya menggantikan posisi yang pernah diemban oleh Danang.
Baca Juga : Gagal Nyalip, Mahasiswa di Tulungagung Terjatuh dan Meninggal Dunia
Hal itu membuat hubungan Taat dengan Danang menjadi erat. Bahkan Taat memanggil Danang dengan sebutan Bang yang merupakan singkatan dari Abang atau panggilan kepada kakak laki-laki.
"Saya Kapolres Malang yang melanjutkan tugas Bang Danang di sini. Saya kenal Bang Danang bukan baru kali ini, saya sudah sembilan kali mengikuti jejak beliau," ujarnya saat ditemui JatimTIMES usai menghadiri apel.
Sebelum menjabat Kapolres Malang, Taat berdinas di kepolisian sebagai Kapolres Tulungagung. "Ini (jabatan Kapolres Malang, red) adalah jejak ke sembilan yang saya ikuti dari Bang Danang sejak zaman Taruna, kemudian di Metro Jaya, hingga di Spripim Polri dan di sini. Jadi ini kali ke sembilan saya menapaki jejak yang sudah dilaksanakan oleh Bang Danang," ujarnya.
Atas pengalaman itulah, disampaikan Taat, dirinya mengaku sangat paham tentang bagaimana kompetensi hingga kualitas kinerjanya Danang. "Tentu beliau bekerja dengan optimal dan saya paham betul bagaimana beliau membangun, hingga memelihara situasi Kamtibmas di Malang ini," imbuhnya.
Di satu sisi, diakui Taat, dirinya mengaku senang atas dedikasi Danang selama mengemban amanah sebagai Kapolres Malang. "Tapi di sisi lain juga beban bagi saya untuk bagaimana kemudian mempertahankan apa yang sudah beliau raih," ujarnya.
Oleh karena itu, disampaikan Taat, pihaknya memohon dukungan dari seluruh komponen masyarakat Kabupaten Malang hingga seluruh personel Polres Malang. "Sehingga apa yang sudah baik, apa yang sudah beliau (Danang, red) raih sampai hari ini di Polres Malang dapat kami pertahankan. Sehingga Polres Malang terus dicintai dan dipercaya masyarakat," ujarnya.
Taat menyebut, berdinas di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Malang merupakan pengalaman baru baginya. Sehingga dirinya mengaku masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
"Saya belum pernah dinas di Malang, saya butuh waktu untuk kemudian nanti mempelajari karakteristik tentang bagaimana harapan masyarakat yang saya juga harus paham betul. Sehingga nanti apa yang menjadi prioritas ini adalah apa yang menjadi harapan masyarakat," imbuhnya.
Lantaran memprioritaskan harapan masyarakat itulah, yang kemudian, diakui Taat, menuntut dirinya untuk segera beradaptasi. Sehingga apa yang menjadi harapan dan kehendak masyarakat bisa terpenuhi di era kepemimpinannya sebagai Kapolres Malang.
"Jadi saya butuh waktu, mungkin satu, dua minggu untuk kemudian menyerap aspirasi, harapan (masyarakat, red) sambil kami mempelajari situasi di wilayah hukum Polres Malang. Sehingga berikutnya kami susun menjadi sasaran prioritas dalam pelaksanaan tugas sebagai Kapolres Malang," ujarnya.
Baca Juga : Kembali ke Bumi Arema, Putu Kholis Fokus HAM dan Pendampingan Korban Kanjuruhan
Sebelum menjabat sebagai Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi dikenal sebagai perwira menengah Polri dengan rekam jejak panjang yang beragam. Anggota Polri yang lahir di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada 29 Desember 1984 tersebut merupakan lulusan Akademi Kepolisian 2005. Di mana, Taat tercatat sebagai lulusan terbaik ke-4 pada angkatan tersebut.
Selama berkarier di kepolisian, Taat banyak ditempa di bidang reserse dan penegakan hukum. Yakni mulai dari bertugas di Polda Metro Jaya, wilayah Tangerang Raya, hingga dipercaya menangani kejahatan ekonomi lintas negara di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.
Perwira Polri dengan pangkat dua melati ini juga memiliki latar belakang akademi internasional. Taat diketahui telah menyelesaikan pendidikan S2 Master of Transnational Crime Prevention di Universitas Wollongong, Australia. Taat juga pernah meraih penghargaan Wiyata Cendekia sebagai lulusan terbaik Jurusan Hukum Kepolisian STIK Polri.
Hingga akhirnya, pada Senin (12/1/2026) Taat ditunjuk sebagai Kapolres Malang. Upacara serah terima jabatan yang digelar di Gedung Mahameru Polda Jawa Timur tersebut saat itu dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto.
Sementara AKBP Danang Setiyo P.S. yang sebelumnya menjabat Kapolres Malang selanjutnya mengemban amanah baru. Yakni sebagai Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya.
Sementara itu, dalam pernyataannya Danang turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi seluruh pihak selama masa kepemimpinannya sebagai Kapolres Malang. Baik dukungan dalam menjaga kamtibmas maupun pelayanan kepada masyarakat.
"Selama kurang lebih satu tahun, kami telah melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan dan keamanan masyarakat serta operasi kepolisian. Terima kasih atas kolaborasi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Kabupaten Malang,” ujar Danang saat ditemui JatimTIMES usai memimpin apel terakhirnya sebagai Kapolres Malang.
Pada kesempatan yang sama, Danang juga turut menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Kapolres Malang yang baru. "Saya yakin Kapolres Malang yang baru memiliki pengalaman dan kapasitas yang sangat baik untuk melanjutkan dan meningkatkan kinerja Polres Malang ke depan,” pungkasnya.
