Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

2026, Kemenag Kota Malang Kuatkan Layanan Prima dan SDM yang Lebih Membumi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Jan - 2026, 17:38

Placeholder
Kepala Kementerian Agama Kota Malang, Achmad Shampton (tengah) saat berada di MAN 2 Kota Malang dalam kegiatan tasyakuran HAB ke 80 Kemenag RI (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Memasuki awal 2026, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang memilih tidak berlama-lama di mode pemanasan. Ritme kerja langsung dinaikkan. Fokusnya tegas: memastikan pelayanan publik berjalan prima sejak hari pertama tahun baru, sembari memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) agar kinerja birokrasi makin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Kemenag Kota Malang, Achmad Shampton, menyampaikan bahwa 2026 menjadi fase penting untuk menyelaraskan kinerja internal Kemenag dengan arah kebijakan nasional Kementerian Agama RI. Bagi dia, pelayanan publik tidak boleh berhenti pada rutinitas administratif, melainkan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga : Viral Dua Bocah Perempuan Hadang Kereta di Sidoarjo, Begini Kronologinya

“Di awal 2026 ini, kita ingin bergerak sesuai dengan harapan Pak Menteri. Kemenag harus hadir lebih dekat dengan masyarakat, lebih merakyat, dan pelayanannya terasa,” ujar Achmad Shampton, Jumat, (2/1/2025).

Ia menjelaskan, perubahan dinamika tugas di internal Kemenag Kota Malang turut memengaruhi fokus kerja tahun ini. Dengan tidak lagi ditanganinya urusan haji di tingkat kota, Kemenag mengarahkan energi organisasi untuk memperkuat sektor Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam). Bidang ini diposisikan sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, penguatan Bimas Islam bukan sekadar soal program di atas kertas, tetapi bagaimana Kemenag mampu hadir sebagai mitra umat. Pendekatan yang humanis, komunikatif, dan responsif menjadi kunci agar kehadiran negara benar-benar dirasakan, bukan hanya terlihat di struktur organisasi.

“Karena urusan haji sudah tidak ada di kota, kita ingin Bimas Islam ini lebih kuat. Orientasinya jelas: pelayanan ke masyarakat harus makin dekat dan membumi,” katanya.

Seiring dengan penguatan layanan, perhatian serius juga diarahkan pada pengembangan SDM. Achmad menilai, kualitas aparatur menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan publik. Tanpa SDM yang adaptif dan terus belajar, pelayanan berisiko tertinggal dari dinamika kebutuhan masyarakat.

Untuk itu, Kemenag Kota Malang mendorong berbagai program peningkatan kapasitas pegawai. Salah satunya melalui penguatan budaya literasi di lingkungan internal. Beragam kegiatan, termasuk lomba-lomba literasi, digulirkan sebagai upaya menumbuhkan semangat belajar dan berpikir kritis di kalangan aparatur.

“Kita dorong terus kegiatan literasi, lomba-lomba, dan pengembangan lainnya. Ini penting supaya SDM kita tidak stagnan, tapi terus berkembang,” ujarnya.

Baca Juga : Viral Dua Bocah Perempuan Hadang Kereta di Sidoarjo, Begini Kronologinya

Tak hanya berhenti pada literasi, Kemenag Kota Malang juga mewajibkan seluruh pegawainya mengikuti pelatihan sesuai peran dan tugas masing-masing. Pelatihan ini dirancang untuk memastikan setiap aparatur memahami fungsi kerjanya secara utuh, sekaligus mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi solusi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kemenag Kota Malang dalam membangun birokrasi yang adaptif dan responsif. Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin kritis, aparatur dituntut tidak hanya bekerja cepat, tetapi juga tepat dan berempati.

Dengan fondasi tersebut, Kemenag Kota Malang optimistis dapat mengawali dan menjalani 2026 dengan performa yang lebih solid. Pelayanan publik yang prima, SDM yang terlatih, serta pendekatan yang humanis menjadi benang merah arah kebijakan tahun ini.

Singkatnya, Kemenag ingin memastikan bahwa setiap layanan bukan sekadar selesai secara administratif, tetapi juga bermakna bagi masyarakat. Karena pada akhirnya, birokrasi yang baik adalah birokrasi yang hadir, bekerja, dan dipercaya.


Topik

Peristiwa Kemenag Kota Malang Achmad Shampton Bimas Islam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri