JATIMTIMES - Di kaki Gunung Panderman, udara pagi terasa berbeda. Ada riuh kecil yang tumbuh di antara sorak, debu lapangan, dan mimpi anak-anak yang tak sabar diuji. Kota Batu berubah menjadi laboratorium masa depan para pesepak bola belia dalam gelaran Superco Superfest 2025, puncak dari gerakan nasional Sejuta Bola Superco untuk Indonesia, Minggu, (30/11/2025) di Lapangan Bola Agro Wisata Kota Batu. Ajang ini tidak sekadar turnamen, tetapi ruang pembuktian yang mempertemukan energi kecil anak-anak dari berbagai daerah untuk merasakan atmosfer kompetisi yang mendekati dunia profesional.

Rangkaian acara ini dimulai jauh sebelum pertandingan berlangsung. Brand Manager PT Khong Guan Biscuit Factory Indonesia, Irfan Hidayatul Fazri, menjelaskan bagaimana kampanye ini dirancang untuk membuka ruang yang inklusif bagi bibit muda sepak bola. Menurutnya, tahun ini Superco memilih Kota Batu sebagai tuan rumah puncak kegiatan setelah melalui perjalanan panjang sejak awal kampanye.
Baca Juga : Minim Calon yang Memenuhi Syarat, Pendaftaran Seleksi Direksi PT BWR Diperpanjang Sampai 1 Desember 2025
Mereka mendatangi 25 sekolah di Surabaya, Bangkalan, dan Malang untuk mencari satu anak terbaik dari setiap sekolah. Seleksi juga dilakukan secara digital melalui Instagram, di mana anak-anak ditantang menunjukkan kemampuan juggling, shooting, hingga menangkap bola. Dari ranah digital itu terkumpul delapan bakat terbaik, melengkapi total 33 peserta yang kemudian dikumpulkan dalam Super Camp.

Pada 29 November 2025, seluruh peserta menjalani coaching clinic intensif bersama Coach Arief Suryono, pelatih kepala Persikoba Batu. Dari proses itu, terpilih 15 anak yang akhirnya membentuk Super Team, squad resmi Superco Superfest 2025 yang membawa harapan besar agar pengalaman ini menjadi bekal karier profesional mereka. “Kita ingin anak-anak merasakan pengalaman latihan dan pertandingan yang benar-benar profesional,” ujar Irfan.
Lapangan Kusuma Agrowisata Batu lalu menjadi pusat pertemuan 36 Sekolah Sepak Bola dari kategori U8, U10, dan U12. Mereka datang dari delapan provinsi, mulai Sumatera hingga Kalimantan. Antusiasme setiap tim menyatu dalam satu arena yang penuh tensi sekaligus semangat positif. Irfan berharap anak-anak mendapatkan pengalaman yang menggugah, yang membuat mereka merasakan “vibes pertandingan yang sebenarnya,” seperti yang ia sampaikan.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Indriyanto Nugroho, mantan pemain timnas yang kini aktif membina usia muda. Ia menilai perkembangan sepak bola anak zaman sekarang berbeda jauh dari generasinya. Dahulu, SSB masih sedikit dan kompetisi terbatas. Kini, di Jabodetabek saja hampir seribu SSB berdiri, belum termasuk daerah lain yang tak kalah aktif. Menurutnya, tantangan terbesar generasi Z justru datang dari diri mereka sendiri, tepatnya dari genggaman tangan mereka.
“Gadget ini yang bikin anak-anak gampang terdistraksi. Game itu musuh utama. Kalau nggak semangat latihan, pasti ketinggalan,” tuturnya tegas.

Superfest tahun ini juga menghadirkan sosok inspiratif dari sepak bola perempuan: Sabrina Mutiara Firdaus. Pemain Arema Putri dan anggota Timnas Indonesia itu berbagi kisah tentang bagaimana ia tidak memulai perjalanan dari sepak bola. “Awalnya aku atlet karate, tapi dari kecil sering main bola sama anak kampung. Ternyata aku nyaman. Orang tua dukung, terus ada wadah untuk naik dari amatir ke pro player. Dari situ jalan ke timnas kebuka,” katanya.
Baca Juga : 3 Rekomendasi Drakor Terbaru Tayang Awal Desember 2025, Wajib Masuk Watchlist!
Dari sisi lain, hadir pula Muhammad Zahaby Gholy, pemain Persija dan penggawa Timnas U17 yang berlaga di Piala Dunia U17 Qatar. Dengan rendah hati, Gholy menyebut pengalaman itu sebagai puncak mimpi masa kecil.
“Main di Piala Dunia itu impian semua pemain. Grogi sedikit, tapi lebih banyak senangnya. Ketemu Brazil? Individunya bagus-bagus,” ucapnya sambil tertawa kecil. Meski hasil belum maksimal, ia menegaskan bahwa tampil di Piala Dunia sendiri sudah menjadi sejarah yang langka bagi Indonesia.
Gelaran Superco Superfest 2025 menutup rangkaian panjang kampanye Sejuta Bola Superco bukan sebagai akhir, melainkan pembuka menuju sesuatu yang lebih besar. Di antara sorak, peluh, dan cemas kecil anak-anak yang menjejak lapangan besar untuk pertama kalinya, tumbuh harapan baru, generasi muda Indonesia yang berani bermimpi, berlatih, dan melangkah lebih jauh. Ajang ini bukan hanya festival, tetapi ruang belajar yang mampu menyalakan api masa depan sepak bola Indonesia.
