JATIMTIMES - Kecil-kecil cabai rawit, peribahasa ini cocok disematkan Nagista Maulidina Bilqina Bilqis siswi MI Al Ihsan, Kabupaten Malang ini. Bagaimana tidak usianya yang hampir 10 tahun ini tengah jadi sorotan publik di balik ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Malang Seri 1 2025–2026.
Di balik badannya yang mungil siapa yang mengira, Nagista berhasil menjadi top scorer dengan torehan luar biasa, 34 gol. Performa gemilang itu tak hanya mengantarkannya pada gelar individu, tetapi juga menegaskan bakat besar yang dimiliki striker cilik kelahiran 15 Desember 2015 tersebut.
Baca Juga : MLSC Malang 2025 Berakhir Manis: Wali Kota Apresiasi Kemenangan MI Al Ihsan dan SDN Mojorejo 01
Perjalanan Nagista di dunia sepak bola bermula sejak ia duduk di kelas 2 MI. Sang ayah Abdillah, yang juga mantan pemain SSB Wisang Geni dengan posisi kiper, awalnya tidak mengetahui bahwa putrinya mengikuti ekstrakurikuler sepak bola di sekolah.
“Setelah Nagista ikut turnamen, kok bakatnya muncul. Lalu saya ikutkan ke SSB Arunda,” ujar sang ayah di Stadion Gajayana, Minggu (16/11/2025).
Dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam perkembangan Nagista. Selain latihan di SSB dan sekolah, ia masih mendapat porsi latihan tambahan dari ayahnya setiap kali libur.
“Setiap jam 12 sampai jam 1 saya bawa ke lapangan untuk latih fisik, tendangan, dan dribbling,” tegas Abdillah.
Meski ayahnya seorang mantan kiper, Nagista memilih jadi penyerang. Alasannya sederhana tetapi penuh tekad.
“Ingin main bola biar bisa juara, terus bisa main terbaik,” ujarnya dengan wajah polos.
Ketika ditanya apakah ia takut terjatuh atau ditekel lawan, ia menjawab cepat, “Enggak, soalnya sudah dapat mental,” imbuh Nagista.
Baca Juga : Baru Dua Pemain Asia Menangi Puskas Award, Akankah Rizky Ridho Jadi yang Ketiga?
Mentalitas itulah yang membuatnya tampil percaya diri di setiap pertandingan MLSC. Tidak hanya lincah dalam menggiring bola, Nagista juga memiliki naluri mencetak gol yang tajam. Total 34 gol yang ia sumbangkan selama turnamen menunjukkan betapa dominannya ia sebagai striker.
Meski gelar top scorer ini merupakan yang pertama dalam kategori tersebut, Nagista sebenarnya sudah mengoleksi banyak piala dari berbagai turnamen sebelumnya. “Top score baru pertama kali ini, tapi pialanya sudah banyak,” kata sang ayah.
Gaya bermainnya pun tampak semakin matang di usianya yang baru menginjak sembilan tahun. Keberaniannya, kecepatan, serta kemampuan dribbling yang ia sebut sebagai keunggulan membuatnya menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.
Dengan prestasinya di MLSC 2025, Nagista kini menjadi salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di sepak bola putri Jawa Timur.
