JATIMTIMES - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Malang mulai menunjukkan taringnya di kancah internasional. Hingga akhir 2024, sebanyak 46 UMKM binaan pemerintah telah sukses menembus pasar ekspor dengan berbagai produk andalan, mulai dari makanan olahan hingga kriya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyebut capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelaku usaha lokal mampu bersaing di level global. Dari total sekitar 100 UMKM yang berhasil naik kelas dari mikro ke kecil tahun lalu, hampir separuhnya sudah mengembangkan pasar hingga ke luar negeri.
Baca Juga : Cara Trading Perpetual di Bybit
“Produknya beragam, paling banyak keripik kemasan. Saat ini ada yang sedang merambah pasar Selandia Baru dan Timur Tengah,” terang Eko, Senin (25/8/2025).
Eko menjelaskan, keberhasilan UMKM naik kelas tak lepas dari pendampingan dan fasilitas yang diberikan Pemkot Malang. Salah satunya lewat Malang Creative Center (MCC) yang juga berfungsi sebagai pusat inkubasi bagi 17 subsektor ekonomi kreatif. Di gedung ini, pelaku usaha bisa mengakses pelatihan digitalisasi, strategi branding, hingga pengembangan produk untuk memperkuat daya saing mereka.
Meski demikian, Pemkot Malang tak berpuas diri. Tahun 2025 ini, pemerintah menargetkan 4.000 UMKM naik kelas dari kategori mikro ke kecil. Dari total sekitar 40 ribu UMKM di Kota Malang, langkah ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang ekspor lebih luas.
“Targetnya jelas, tahun ini 4.000 UMKM bisa naik kelas. Kami gerakkan ekonominya, produksinya ditingkatkan, sehingga pendapatan mereka juga meningkat,” kata Eko.
Baca Juga : Rekomendasi 5 Wallet Defi Populer untuk Swap Crypto Di Indonesia
Dengan dukungan berkelanjutan dan fasilitas seperti MCC, Pemkot Malang optimistis semakin banyak UMKM yang tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga menembus panggung internasional.
