JATIMTIMES - Perubahan taktik Arema FC di bawah asuhan Pelatih Marcos Santos berbuah manis. Salah satu langkah paling mencolok adalah memindahkan posisi legenda hidup Singo Edan, Dendi Santoso, dari winger ke gelandang serang untuk mendampingi Valdeci Moreira dan Betinho. Keputusan ini menjadi kesempatan kedua bagi Dendi yang mulai jarang dimainkan di posisi sayap, mengingat usianya kini 35 tahun.
Menurut Marcos, peran baru ini membuat Dendi lebih efektif tanpa harus berlari terlalu banyak seperti saat bermain sebagai winger. Terlebih saat ini Sendiri menjabat sebagai wakil kapten tim Singo Edan.
Baca Juga : Semen Padang Bakal Melawan Dewa United Main Sore Ini, Berikut Prediksinya!
“Kalau di sayap, usianya memaksa dia bekerja sangat keras. Tapi di posisi nomor 10, karena dia pintar, lebih mudah untuknya. Dendi itu pemain yang cerdas, taktis, dan berkualitas,” ujar Marcos Santos, Jum'at (15/8/2025).
Sebelum memutuskan perubahan posisi, Marcos terlebih dulu berdiskusi dengan Dendi. Sang pemain senior Arema FC pun menyambut positif ide tersebut. “Saya berbicara dengannya, bertanya apakah dia nyaman, dan dia merasa sangat baik di sana bersama Valdeci. Keduanya saling bekerja sama dengan Paulinho, Ian, dan Dalberto,” tambah Marcos.
Strategi ini langsung membuahkan hasil saat Arema FC menaklukkan PSBS Biak 4-1 di Stadion Kanjuruhan pekan lalu. Dendi berperan sebagai pengendali tempo permainan sekaligus penyeimbang antara lini tengah dan serangan.
“Dendi adalah pemain penting karena sejarahnya di Arema sangat indah. Dia bermain bagus, bisa bertahan dan menyerang, dan menjadi penyeimbang permainan,” puji Marcos.
Baca Juga : Teks Khutbah Jumat 15 Agustus 2025: Rayakan Kemerdekaan dengan Iman dan Aman
Dengan peran barunya, Dendi kini tak hanya menjadi legenda di lapangan, tapi juga motor serangan Singo Edan yang kembali tajam di Super League 2025/2026.
