Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kardus Suara Pemilu, Sujiwo Tedjo Kuncen Setiap Debat Panas

Penulis : Dede Nana - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

19 - Dec - 2018, 16:01

Placeholder
Sujiwo Tejo (kanan) yang sepaham dengan Rocky Gerung dalam persoalan kardus kotak suara pemilu. (Ist)

MALANGTIMES - Budayawan sekaligus presiden Republik Jancukers Sujiwo Tedjo adalah 'kuncen' atau penjaga pintu dalam berbagai perdebatan para pakar, politisi, praktisi dan lainnya. Perannya menjadi penting, misalnya, dalam adu urat saraf, teori, kepentingan praktis orang-orang yang terpolarisasi dalam berbagai isu panas di masyarakat. 

Baca Juga : Selamat !! Satu Pasien Positif Corona di Lumajang Dinyatakan Sembuh


Hal ini yang kerap membuatnya menjadi narasumber langganan debat panas acara Indonesia Lawyer Club (ILC) sebagai pembicara terakhir atau kuncen. Itu kembali dipertunjukkan dengan gaya khasnya dalam ILC Selasa (18/12/2018) malam kemarin, saat Karni Ilyas mengusung tema yang lagi viral di dalam masyarakat Indonesia: kardus suara pemilu. 


Debat panas antara pembicara terpolarisasi dalam dua kubu. Satu yang mengkritisi pemakaian bahan kotak suara pemilu serta yang membela pemakaiannya. Namun bagi Sujiwo Tedjo adalah soal kepercayaan masyarakat atas tema tersebut.  "Jadi, ini kata bung Rocky Gerung adalah masalah tidak adanya kepercayaan dalam masyarakat. Saya setuju," kata budayawan nyentrik yang tak lepas dari topi koboi-nya,  Selasa (18/12/2018) malam kemarin. 


Bukan persoalan kotak suara pemilu dari bahan kardus, alumunium atau baja esensi dari ramainya persoalan tersebut. Tapi kepercayaan masyarakat yang terkikis sistem pemilu. 
Sujiwo pun mencontohkan mengenai soal kepercayaan yang dulu menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat. Dalam kasus ramainya kardus jadi kotak suara pemilu, dirinya memberikan analogi mengenai tempat air minum dari kendi atau gentong-gentong air yang ditempatkan di depan-depan rumah warga. 


"Dulu kita percaya. Maka mau minum dari kendi, ya langsung tenggak. Tanpa perlu melihat dan bertanya isi dari kendi itu. Juga minum air dari gentong yang disediakan di depan rumah untuk siapa pun yang kehausan. Mereka percaya. Kini air yang dikemas dalam plastik, kita masih bertanya-tanya," urainya. 


Kepercayaan yang diminta Ali Mochtar Ngabalin juru bicara istana terhadap Rocky Gerung dalam debat panas, untuk dibuktikan secara datanya, juga ditanggapi Sujiwo.  "Kepercayaan nggak bisa diomongkan Adinda Ngabalin. Kepercayaan dibentuk oleh perilaku dan perilaku terbentuk oleh desain," ucap sang kuncen yang kerap melontarkan pernyataan secara bebas dan tidak terjebak pada dua kubu yang berhadap-hadapan. 

Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB


Sujiwo pun sempat dengan nada tinggi menyampaikan bahwa perdebatan yang menjurus pada saling serang individu para pembicara yang notabene orang-orang berpendidikan tinggi membuatnya berpikir. "Kalau anak-anak K-Pop melihat kita begini, apa yang mereka pikirkan. Kita yang semakin sedikit karena sudah tua dan mereka yang semakin banyak. Mereka akan berpikir apa melihat kita?" tukasnya. 


Dirinya juga dengan lantang menyampaikan kepada para mahasiswa yang hadir dalam acara ILC. "Saya pesan kepada mahasiswa, kejar ilmu pengetahuan spesifik. Sehingga kalian menjadi seorang ahli yang hidupnya tidak tergantung pada siapa yang nanti jadi penguasa," ujarnya yang diikuti dengan penegasan, "Siapa pun yang jadi penguasa, kamu akan tetap hidup dan berguna. Kamu akan dicari mereka," imbuhnya. 


Menyikapi perdebatan kardus suara pemilu yang membelah masyarakat pun serta disampaikan bahwa hal tersebut adalah produk hukum undang-undang (UU) yang dibuat pemerintah dan DPR, Sujiwo mengatakan nahwa dalam hukum ada sisi kepantasan juga. 
"Kalau kardus tidak apa-apa secara hukum. Tidak berarti secara rasa dan kepantasan, tidak ada masalah. Contoh juga pesawat. Pesawat yang paling efektif itu yang tidak ada jendelanya, tapi kan jadi tidak enak bagi penumpang," ujar sang presiden Jancukers yang menutup omongannya dengan,  "Jadi saya setuju dengan Bung Rocky. Ini masalah kepercayaan," pungkas Sujiwo. (*)

 


Topik

Peristiwa Kardus-Suara-Pemilu Sujiwo-Tedjo Rocky-Gerung Indonesia-Lawyer-Club kardus-jadi-kotak-suara-pemilu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Dede Nana

Editor

Sri Kurnia Mahiruni