Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Transportasi

Potret Jalan Kabupaten/Kota di Jatim: Surabaya Terbaik, Sampang dan Lamongan Terburuk

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Jul - 2025, 11:07

Placeholder
Pemeliharaan salah satu ruas jalan kabupaten di Lamongan. (Foto: DPU Bina Marga Kabupaten Lamongan)

JATIMTIMES - Kota Surabaya memiliki kualitas jalan kabupaten/kota terbaik di Jawa Timur (Jatim) pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, pada 2024 proporsi kualitas jalan kota di Kota Surabaya sebanyak 99,56 persen dalam kondisi mantap, dan hanya 0,44 persen yang kondisinya tidak mantap.

Selain Surabaya, sejumlah daerah lain juga memiliki tingkat kemantapan jalan kabupaten/kota di atas 90 persen. Di antaranya Kota Madiun (mantap 98,19 persen, tidak mantap 1,81 persen), Kota Probolinggo (mantap 97,53 persen, tidak mantap 2,47 persen), Kabupaten Sidoarjo (mantap 95,87 persen, tidak mantap 4,13 persen), dan Kota Malang (mantap 95,18 persen, tidak mantap 4,82 persen).

Baca Juga : Kualitas Jalan Provinsi di Jatim 2024 Naik Tipis, 10,39 Persen Kondisinya Tidak Mantap

Di sisi lain, kualitas jalan kabupaten/kota terburuk di Jatim terdapat di Kabupaten Sampang. Di daerah tersebut, proporsi jalan rusak dan rusak berat bahkan lebih besar ketimbang jalan yang permukaannya mulus. BPS Jatim mencatat, jalan kabupaten dengan kondisi tidak mantap di Kabupaten Sampang mencapai 58,54 persen, dan yang kondisinya mantap 41,46 persen.

Selain Sampang, Kabupaten Lamongan juga banyak memiliki kualitas jalan yang rusak dan rusak berat. Tercatat 44,86 persen kondisi jalan tidak mantap, dan 55,14 persen kondisi jalan mantap.

Selain dua daerah tersebut, terdapat sejumlah kabupaten lain yang memiliki kondisi jalan tidak mantap di atas 40 persen. Di antaranya Kabupaten Pacitan (mantap 58,25 persen, tidak mantap 41,75 persen) dan Kabupaten Pamekasan (mantap 58,35 persen, tidak mantap 41,65 persen).

Kepala BPS Jatim Zulkipli menjelaskan, pada tahun 2024, secara keseluruhan jalan kabupaten/kota di Jatim sepanjang 40.056,05 km. Jumlah tersebut terdiri dari panjang jalan kabupaten 35.605,59 km dan panjang jalan kota 4.436,99 km.

Rata-rata persentase jalan kabupaten/kota yang berada dalam kondisi mantap pada tahun 2024 adalah 78,69 persen, dan 21,30 persen dari seluruh panjang jalan kabupaten/kota di provinsi Jatim berada dalam kondisi tidak mantap.

"Rata-rata persentase jalan kabupaten/kota yang berada dalam kondisi mantap tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 sebesar 3,86 persen," ungkap Zulkipli, Selasa (1/7/2025).

Jika dilihat berdasarkan kategorinya, rata-rata persentase jalan kabupaten yang berada dalam kondisi mantap hanya mencapai 76,57 persen. Sedangkan untuk jalan kota rata-ratanya mencapai 79,59 persen. 

Baca Juga : Kadispendik Kabupaten Malang Apresiasi Pelajar yang Semarakkan Porprov Jatim IX 2025

"Fakta bahwa persentase kemantapan jalan kota lebih baik dibandingkan kemantapan jalan kabupaten berarti bahwa kualitas jalan kota relatif lebih baik dibandingkan kualitas jalan kabupaten. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, salah satunya adalah panjang jalan kota yang berada di wilayah kotamadya relatif lebih pendek dibandingkan panjang jalan kabupaten sehingga pengawasan dan perawatan jalan kota menjadi lebih mudah," urainya.

Lebih lanjut, dikatakannya, pada tahun 2024, rata-rata panjang jalan kabupaten/kota yang berlapis aspal mencapai 80,25 persen. Rata-rata panjang jalan kabupaten/kota yang beraspal mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023, di mana pada tahun tersebut proporsinya mencapai 83,58 persen dari total panjang jalan kabupaten/kota di Provinsi Jatim.

Namun demikian proporsi permukaan jalan kerikil dan tanah juga mengalami penurunan dari 3,92 persen pada tahun 2023 menjadi 2,86 persen pada tahun 2024. Permukaan jalan lainnya, yang di dalamnya termasuk jalan dengan permukaan beton, mengalami kenaikan yang cukup besar yaitu sebesar 4,71 persen.

"Fakta tersebut mengindikasikan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten/ kota yang terus berlangsung berupa betonisasi pada permukaan jalan kerikil dan tanah. Hal ini dilakukan oleh pemerintah daerah disebabkan jalan dengan permukaan beton cenderung lebih awet dibandingkan jalan dengan permukaan aspal," jelas Zulkipli.


Topik

Transportasi Jalan Provinsi kualitas jalan perbaikan jalan Jawa Timur BPS Jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Sri Kurnia Mahiruni