JATIMTIMES - Aktivitas perniagaan emas masih mengalami fluktuasi di tengah masyarakat meski daya beli menurun. Harga emas antam maupun perhiasan mengalami kenaikan tinggi pasca lebaran. Hal itu diketahui terjadi pada pertokoan emas di Kota Batu.
Seperti yang terjadi di Pasar Induk Among Tani Batu, harga emas kini mencapai Rp 1,635 juta per gram untuk emas dengan kadar 17 karat atau 70 persen. Padahal sebelum hari raya Idulfitri, harga emas pada kadar yang sama masih di angka Rp 1,3 juta.
Baca Juga : Libur Panjang, Backpackeran ke Bromo Makin Gampang Bareng DAMRI KSPN
"Emas 17 karat ini harganya sekitar Rp 1.525 ribu per gramnya. Kemudian yang kadar dibawahnya yaitu kadar 42 persen yang sebelumnya Rp 925 ribu, sekarang Rp 1 jutaan," ucap Achmad Muqorobin, salah satu pedagang di Toko Emas Bulan Purnama, Rabu (16/4/25).
Sementara itu, emas dengan kadar 37,5 persen kini seharga Rp 905 ribu per gram, yang mana sebelumnya Rp 750 ribu. Paling rendah yakni emas dengan kadar 30 persen, dari harga Rp 630 ribu naik menjadi Rp 740 ribu per gram.
Achmad menyebut, Toko Emas Bulan Purnama hanya menjual tertinggi emas dengan kadar 17 karat atau 70 persen saja. Tidak menyediakan emas dengan kadar 92 persen atau sampai 24 karat karena alasan harga.
"Kalau sekarang untuk kadar 24 karat mungkin bisa mencapai 1,7 juta lebih," kata dia.
Ia mengaku, kenaikan harga kali ini terbilang cukup drastis dibandingkan dengan biasanya. Bahkan menurutnya, kondisi ini juga dinilai lebih cepat atau hanya berlangsung dalam kurun 1 bulan saja.
"Hanya dalam satu bulan terakhir ini naiknya bisa sampai Rp 100 ribu per gram. Biasanya itu hanya 3-5 persen saja dalam 3 bulan," tambahnya.
Ia juga memprediksi bahwa harga emas akan terus mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Mengingat, kenaikan harga emas ini juga diakibatkan oleh faktor melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS hingga dampak ekonomi global. Dia memperkirakan kenaikan bisa sampai Rp 2 juta per gram untuk emas dengan kadar atau 24 karat.
Achmad berujar, kenaikan ini turut berdampak pada penurunan angka penjualan emas di tokonya. Di mana, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk menjual emas daripada membeli.
"Sehari saja kami bisa menerima 10-15 orang yang jual emas. Otomatis dampaknya ya angka penjualan emas di toko kami merosot," ungkapnya.
