Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

DPRD Kota Malang Tak Ingin Mafia Narkoba Curi Masa Depan Generasi Muda

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

14 - Sep - 2026, 18:16

Placeholder
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi saat menjadi narasumber.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Ancaman narkoba terhadap generasi muda dinilai tak lagi sebatas persoalan penyalahgunaan. Jaringan peredaran narkoba disebut juga mengincar anak muda untuk dijadikan kaki tangan melalui iming-iming uang dan pekerjaan dengan penghasilan besar.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi, mengatakan kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius. Sebab, anak muda yang seharusnya dipersiapkan menjadi generasi penerus justru bisa terjerumus menjadi bagian dari jaringan kejahatan.

Baca Juga : Bukan Sekadar Bisa Pakai AI, Mahasiswa Malang Disiapkan Jadi Pencipta Teknologi

“Jangan biarkan pemuda Indonesia menjadi kurir bagi kekayaan para mafia narkoba,” tegas Suryadi saat bertindak sebagai narasumber dalam dialog publik bertajuk 'Darurat Narkoba: Ancaman Bagi Generasi Muda dan Masa Depan Indonesia', Senin (14/9/2026) sore. 

Menurutnya, jaringan narkoba tidak selalu menempatkan pelaku utama di lapangan. Mereka dapat memanfaatkan anak muda yang membutuhkan uang, sedang menghadapi persoalan ekonomi, atau mudah dipengaruhi untuk menjalankan peran tertentu.

Modus semacam itu dinilai berbahaya karena korban bisa saja tergiur pekerjaan dengan bayaran tinggi tanpa memahami risiko hukum yang mengikutinya.

“Jangan pernah tergiur uang cepat dari pekerjaan yang tidak jelas. Uang yang besar tidak selalu berarti rezeki yang baik,” ujarnya.

Suryadi menilai pemberantasan narkoba harus diarahkan hingga ke jaringan utamanya. Penindakan, kata dia, tidak cukup hanya menyasar pengguna maupun kurir yang tertangkap di lapangan.

Ia mendorong aparat membongkar pemasok, bandar, aliran uang hingga aktor intelektual di balik peredaran narkoba. Penegakan hukum juga harus dilakukan secara profesional dan bersih dari kepentingan pihak tertentu.

Di sisi lain, pencegahan dinilai tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pemerintah perlu memperkuat pendidikan, keterampilan, lapangan kerja, kewirausahaan, olahraga, serta ruang kreativitas bagi anak muda.

Baca Juga : TPA Milangasri Terbakar Dekati SUTET, Ketua DPRD Magetan Turun ke Lokasi Instruksikan Siaga 24 Jam

“Generasi muda tidak cukup hanya diberi nasihat untuk menjauhi narkoba. Mereka juga harus diberi kesempatan untuk tumbuh,” katanya.

Suryadi menyebut keluarga, sekolah, tokoh agama, organisasi kepemudaan dan komunitas memiliki peran penting untuk mempersempit ruang gerak narkoba. Menurutnya, pengawasan sosial harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.

Dia mengingatkan, persoalan narkoba pada akhirnya bukan hanya menyangkut kesehatan atau hukum. Jika banyak anak muda kehilangan masa depan akibat narkoba, Indonesia juga berisiko kehilangan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global.

“Kalau hari ini kita gagal menjaga generasi muda dari narkoba, kita bukan hanya kehilangan satu anak muda. Kita sedang kehilangan potensi seorang pemimpin, profesional, pengusaha, guru, dokter, atau bahkan pemimpin bangsa,” tandasnya.

Karena itu, Suryadi menilai perang melawan narkoba harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas. Generasi muda, menurutnya, harus dipastikan tumbuh sehat, berpendidikan, berkarakter, memiliki keterampilan, dan mampu bersaing tanpa terjerat bisnis narkoba.


Topik

Pemerintahan dprd kota malang suryadi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan