Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Warga Tlumpu Ingin Fasilitas Olahraga, Wali Kota Blitar Wujudkan Jogging Track lewat Karya Mas

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Dede Nana

14 - Sep - 2026, 12:27

Placeholder
Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin bersama Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Blitar, Camat Sukorejo, dan Lurah Tlumpu melakukan peletakan batu pertama pembangunan jogging track di Lapangan Tlumpu, Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo. Pembangunan lintasan sepanjang sekitar 400 meter tersebut merupakan aspirasi warga yang diwujudkan melalui program Karya Mas. (Foto: Aunur Rofiq/JATIMTIMES)

JATIMTIMES – Aspirasi warga Kelurahan Tlumpu untuk memiliki ruang olahraga yang lebih representatif mulai diwujudkan. Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin melakukan peletakan batu pertama pembangunan jogging track di Lapangan Tlumpu, Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Senin (14/9/2026).

Pembangunan lintasan sepanjang sekitar 400 meter tersebut menjadi bagian dari program Kelurahan Berdaya Menuju Kota Masa Depan (Karya Mas). Program ini menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima hasil pembangunan, melainkan ikut menentukan kebutuhan, merencanakan, hingga terlibat dalam pelaksanaannya.

Baca Juga : Atlet dan Pelatih asal Kota Malang Berlaga di Asian Games Nagoya, KONI Berharap Bawa Pulang Medali

Mas Ibin mengatakan pembangunan jogging track berangkat dari aspirasi warga untuk melengkapi fasilitas olahraga di Lapangan Tlumpu. Lapangan tersebut merupakan fasilitas baru yang dibangun sebagai pengganti lapangan lama. Lokasi lapangan lama kini telah dimanfaatkan untuk kantor Kelurahan Tlumpu yang baru dan lebih representatif. Kantor tersebut juga sudah difungsikan untuk pelayanan masyarakat.

Setelah lapangan baru tersedia, warga mengusulkan agar fungsinya tidak berhenti sebagai arena sepak bola. Melalui program Karya Mas, masyarakat menginginkan adanya jogging track di sekeliling lapangan sehingga ruang publik tersebut dapat digunakan lebih luas untuk aktivitas olahraga sehari-hari.

“Di Lapangan Tlumpu itu sudah ada lapangannya, cuma belum ada jogging track. Di pinggir-pinggirnya dikasih area jogging track, sehingga nanti masyarakat yang ingin jalan sehat atau lari bisa melakukannya di sini,” kata Mas Ibin.

Pembangunan jogging track dialokasikan sekitar Rp230 juta dengan target pengerjaan maksimal dua setengah bulan. Pelaksanaannya melibatkan kelompok masyarakat setempat. Sedikitnya 10 pekerja yang terlibat dalam pekerjaan di Tlumpu berasal dari warga sekitar.

“Jogging track ini Rp230 juta. Pengerjaannya maksimal dua setengah bulan, tapi mungkin bisa selesai lebih cepat. Di sini melibatkan 10 pekerja dan semuanya warga Kelurahan Tlumpu. Jadi kita betul-betul memberdayakan warga sekitar untuk pekerjaan ini,” kata Mas Ibin.

Karya Mas, Pembangunan dari Warga untuk Warga

Ibin

Menurut Mas Ibin, pembangunan fasilitas olahraga menjadi relevan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat Kota Blitar terhadap pola hidup sehat. Aktivitas olahraga tidak lagi hanya berlangsung pada car free day (CFD) setiap pekan. Di sejumlah kelurahan mulai tumbuh kebutuhan terhadap ruang olahraga yang dapat digunakan setiap hari.

Karena itu, Karya Mas diarahkan untuk memberi ruang lebih besar kepada masyarakat dalam menentukan pembangunan sesuai kebutuhan lingkungannya.

“Masyarakat inginnya apa, maunya apa, nanti direncanakan sendiri, kemudian dilaksanakan sendiri, dipertanggungjawabkan, dan hasilnya juga digunakan oleh masyarakat itu sendiri,” ujar Mas Ibin.

Pemerintah, lanjut dia, mengambil peran sebagai fasilitator sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. Model tersebut sekaligus membawa efek ekonomi karena pekerjaan fisik memberdayakan warga setempat.

Mas Ibin menyebut pelaksanaan Karya Mas di seluruh Kota Blitar tersebar di sekitar 300 titik dan diproyeksikan melibatkan sekitar 3.000 pekerja lokal.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Blitar Freddy Hermawan mengatakan pemilihan pembangunan jogging track merupakan hasil penentuan skala prioritas masyarakat melalui proses perencanaan pembangunan.

“Ini sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, terutama kebutuhan skala prioritas warga Kelurahan Tlumpu yang menginginkan kesehatan menjadi sebuah budaya. Itulah kenapa di sini dibangun jogging track,” kata Freddy.

Selain pembangunan jogging track, aspirasi prioritas masyarakat Tlumpu melalui program Karya Mas juga menyentuh pelestarian budaya dan aset lokal. Salah satunya berupa revitalisasi kawasan makam Eyang Tlumpu atau Ki Ageng Cokro Semedi, tokoh leluhur yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat. Usulan tersebut, seperti halnya pembangunan jogging track, berangkat dari kebutuhan warga yang dirumuskan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Baca Juga : 7 Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Akhir, Ada Perang Jamal hingga Penaklukan Damaskus

“Selain pembangunan jogging track, ada juga usulan bagaimana nguri-uri budaya, bagaimana mempertahankan, memelihara, dan menjaga aset yang ada di Kelurahan Tlumpu, yaitu kawasan leluhur. Di sini ada pembangunan atau revitalisasi makam,” kata Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Blitar Freddy Hermawan.

Menurut Freddy, Karya Mas memberi ruang bagi masyarakat untuk menentukan kebutuhan pembangunan berdasarkan skala prioritas di wilayahnya. Di Tlumpu, arah pembangunan tidak hanya menyasar penyediaan fasilitas olahraga, tetapi juga pelestarian warisan budaya dan kawasan yang memiliki keterikatan sejarah dengan masyarakat setempat.

Tlumpu Disiapkan Tumbuh, BTC Jadi Pengungkit Ekonomi

Ibin

Pembangunan fasilitas olahraga di Tlumpu berjalan beriringan dengan arah pengembangan kawasan selatan Kota Blitar. Lapangan Tlumpu beserta jogging track yang tengah dibangun berada tepat di sebelah timur lokasi pembangunan Blitar Trade Center (BTC). Kedekatan dua kawasan tersebut membuat pengembangan Tlumpu tidak hanya bertumpu pada penyediaan ruang olahraga dan aktivitas masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk menopang tumbuhnya pusat kegiatan ekonomi baru di wilayah selatan Kota Blitar.

Namun Mas Ibin menegaskan BTC tidak dirancang sekadar menjadi kawasan bongkar muat barang. Pemerintah Kota Blitar ingin membangun ekosistem perdagangan yang sekaligus menyediakan ruang bagi pengusaha, pedagang, pelaku ekonomi, dan generasi muda untuk bertemu serta mengembangkan jaringan bisnis.

“Jangan dibayangkan BTC itu isinya truk saja. Justru ruang kreatif, ruang konsolidasi perdagangan, ruang pertemuan, nongkrong gaya anak muda sekarang,” ujarnya.

BTC diproyeksikan menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya sektor perdagangan. Aktivitasnya diharapkan menjangkau perdagangan dalam kota, antarkota hingga ekspor, sekaligus membuka kesempatan usaha dan lapangan pekerjaan baru.

Pemkot Blitar juga mulai mengusulkan dukungan infrastruktur di kawasan tersebut kepada pemerintah pusat, termasuk pelebaran dan perbaikan jalan. Pembangunan BTC sendiri dilakukan secara bertahap. Mas Ibin memilih membangun ekosistem aktivitas ekonomi terlebih dahulu agar kawasan mulai hidup sembari pembangunan fisik dilanjutkan.

“Kita intinya di sini mau kita ramaikan menjadi pusat perdagangan dan pusat masyarakat berekonomi, sehingga menumbuhkembangkan area Tlumpu itu sendiri maupun Kota Blitar,” kata Mas Ibin. 

Freddy menambahkan, pengembangan Tlumpu merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan. Pertumbuhan Kota Blitar tidak diarahkan terkonsentrasi di satu kawasan, melainkan bergerak merata ke wilayah utara, selatan, timur, barat, hingga pusat kota.

“Bapak Wali Kota menginginkan pembangunan di Kota Blitar merata di seluruh kelurahan. Tidak hanya di tengah kota, tetapi juga di utara, selatan, barat, maupun timur. Tlumpu ini kita dorong menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di wilayah selatan Kota Blitar,” kata Freddy.

Dengan jogging track yang lahir dari aspirasi warga dan BTC yang disiapkan sebagai pengungkit ekonomi, Tlumpu diarahkan memiliki dua denyut sekaligus: ruang publik yang menopang masyarakat sehat serta kawasan pertumbuhan yang membuka peluang ekonomi baru.


Topik

Pemerintahan wali kota blitar karya mas pemkot blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana