Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Direktur Ungkap Jaringan Listrik Belum Sepenuhnya Diperbarui

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

09 - Sep - 2026, 20:12

Placeholder
Jajaran Direksi RSSA Malang saat konferensi pers usai kebakaran (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kebakaran kembali menghantam Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Malang. Bukan kali pertama, insiden yang terjadi di Instalasi Gizi RSSA pada Rabu (9/9/2026) itu justru membuka persoalan lain yang lebih besar, yakni pembaruan jaringan listrik rumah sakit yang hingga kini baru mencapai 60 persen.

Direktur RSSA Malang, dr Bachtiar Budianto, mengungkapkan kebakaran kali ini merupakan insiden kedua yang terjadi di lingkungan rumah sakit. Lokasinya berbeda dengan kejadian sebelumnya. "Ini kebakaran kedua, hanya berbeda lokasinya," kata Bachtiar.

Baca Juga : Bupati Sidoarjo Minta Penanganan Banjir dan Infrastruktur Candi-Tanggulangin Dipercepat

Pernyataan tersebut menjadi perhatian lantaran RSSA merupakan rumah sakit rujukan besar dengan aktivitas pelayanan yang berlangsung sepanjang waktu. Infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu elemen vital karena menopang berbagai fasilitas dan layanan medis yang tidak boleh berhenti.

Bachtiar mengakui proses pembaruan jaringan listrik di RSSA masih berjalan. Dari keseluruhan jaringan yang perlu diperbarui, progresnya baru sekitar 60 persen.

"Saat ini rumah sakit sebesar ini dan dibangun bertahap, kami akui kami dalam proses pembaharuan jaringan listrik, saat ini masih 60 persen, kurang 40 persen," ungkap Bachtiar.

Kondisi tersebut kini semakin relevan untuk dicermati setelah kebakaran kembali terjadi. Meski penyebab resmi belum ditetapkan, Bachtiar menyebut ada dugaan kabel lama yang sudah mengalami keausan menjadi salah satu faktor yang perlu diperiksa. "Kemungkinan ini kabel-kabel lama yang aus," kata Bachtiar.

Di lapangan, kebakaran dilaporkan muncul dari area ruang atau Instalasi Gizi RSSA sekitar pukul 14.50 hingga 15.00 WIB. Sebanyak lima armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api. Petugas juga melakukan proses pendinginan setelah kobaran berhasil dikendalikan.

Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan menyebut api sempat tersebar di beberapa titik dan bagian plafon bangunan terbakar hingga roboh. Material yang terdampak antara lain peralatan dapur dan bahan makanan di ruang gizi, sementara area laundry juga terdampak karena terdapat selimut dan seprai yang mudah terbakar.

Dampaknya tidak berhenti pada kerusakan bangunan. Aktivitas penyediaan makanan pasien ikut terdampak. Sekitar 600 paket makanan sore pasien dilaporkan rusak sehingga RSSA harus mencari langkah cepat agar kebutuhan konsumsi pasien tetap terpenuhi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendatangkan paket makanan dari sejumlah katering di sekitar rumah sakit.

Meski demikian, Bachtiar memastikan aktivitas pelayanan rumah sakit tetap berjalan. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. "Aktivasi saat ini berjalan baik dan tidak ada korban," ungkap Bachtiar.

Kondisi itu tidak lantas membuat manajemen RSSA menganggap persoalan selesai. Area yang terbakar harus diisolasi dan seluruh kondisi bangunan perlu diperiksa sebelum dapat kembali digunakan.

Baca Juga : Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Rumah Sakit Ungkap Kondisi Makanan Pasien

"Estimasi perbaikan tergantung berat tidaknya bangunan yang terbakar, apapun kami harus lakukan isolasi tapi memang semua harus ditutup," tegas Bachtiar.

Bachtiar mengatakan mitigasi risiko sebenarnya telah dilakukan oleh pihak rumah sakit. Namun, kebakaran kedua membuat evaluasi terhadap sistem keamanan dan infrastruktur RSSA menjadi semakin penting, terutama menyangkut jaringan listrik yang masih dalam tahap pembaruan. "Dari awal kami sudah lakukan mitigasi risiko," ucap Bachtiar.

Untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, RSSA akan melakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan sekaligus investigasi penyebab kebakaran. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan dilakukan pada Kamis (10/9/2026). "Besok kami akan menilai, seberapa parah dan investigasi penyebab kebakaran," kata Bachtiar.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi. Sebelumnya, pihak RSSA juga menyatakan penyebab belum dapat dipastikan dan pemeriksaan melibatkan pihak terkait.

Yang sudah mulai tergambar adalah besarnya dampak finansial. Berbeda dengan keterangan awal saat proses penanganan yang belum dapat menghitung kerugian, Direktur RSSA kini memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai Rp 900 juta. "Kerugian kami perkirakan sejumlah Rp 900 juta," kata Bachtiar.

Kebakaran di dapur gizi RSSA akhirnya tidak hanya menjadi persoalan api yang berhasil dipadamkan. Insiden kedua di lokasi berbeda ini ikut menyoroti pekerjaan rumah besar rumah sakit dalam memastikan seluruh jaringan infrastrukturnya benar-benar aman, sementara proses pembaruan listrik masih menyisakan 40 persen jaringan yang belum diperbarui.


Topik

Peristiwa Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar RSSA Malang Kebakaran Direktur RSSA Jaringan Listrik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa