JATIMTIMES — Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) turut menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah pada PT Jamkrida Jatim (Perseroda) untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.
"Atas nama restorasi, dengan mengucap Bismillahirrahmannirrahim, Fraksi Partai NasDem menyatakan menyetujui Raperda Penyertaan Modal Daerah pada PT Jamkrida Jatim untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah," ujar Juru Bicara Fraksi Partai NasDem, Jajuk Rendra Kresna dalam Rapat Paripurna, Senin (7/9/2026).
Baca Juga : PALESKA #2 2026 Kembali Hadir, Ajak Warga Kenali Sejarah Stadsklok sambil Berburu Produk UMKM
Kendati memberikan lampu hijau, NasDem juga menyampaikan sejumlah catatan. Jajuk menegaskan bahwa keberhasilan penyertaan modal tidak hanya diukur dari besaran dana APBD yang disetor, melainkan dari dampak nyatanya bagi penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menjelaskan bahwa komitmen penambahan modal sebesar Rp100 miliar yang dipenuhi secara bertahap pada periode 2027 hingga 2029 harus benar-benar dioptimalkan untuk memperluas akses penjaminan kredit bagi para pelaku usaha kecil di Jatim.
Dalam pandangan akhirnya, NasDem mencermati bahwa modal dasar PT Jamkrida Jatim ditetapkan sebesar Rp600 miliar, dengan modal disetor eksisting oleh Pemprov Jatim sejak 2009 hingga 2015 mencapai Rp179,5 miliar.
Penambahan modal baru Rp100 miliar secara bertahap dinilai telah mencerminkan prinsip kehati-hatian karena wajib melalui analisis kelayakan, analisis risiko, serta penyesuaian kapasitas gearing ratio sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Namun, Fraksi NasDem mengingatkan bahwa penguatan modal tersebut harus berbanding lurus dengan peningkatan kinerja usaha dan penerapan Good Corporate Governance (GCG). Selain itu, dividen dari hasil pengelolaan penyertaan modal juga harus disetor tepat waktu ke Kas Umum Daerah sebagai komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Keberhasilan kebijakan penyertaan modal ini tidak semata-mata diukur dari besaran modal yang disetorkan, melainkan dari sejauh mana PT Jamkrida Jatim mampu meningkatkan kinerja usaha, menjaga kesehatan keuangan, serta memberikan kontribusi nyata bagi perluasan akses pembiayaan UMKM di Jawa Timur," tegasnya.
Guna memastikan manfaat tersebut terealisasi, Fraksi NasDem mendesak Pemprov Jatim dan manajemen PT Jamkrida Jatim untuk secara berkala melaporkan perkembangan kinerja serta realisasi investasi kepada DPRD Jatim. Hal ini penting agar setiap tahapan penambahan modal pada 2027–2029 didasarkan pada pencapaian kinerja riil dan evaluasi objektif, bukan sekadar pemenuhan target administratif.
