Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Pemkab Kediri Terjunkan Personel Pantau Dampak Kebakaran Kawasan Gunung Wilis 

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : Yunan Helmy

08 - Sep - 2026, 18:14

Placeholder
Bupati Kediri Mas Dhito saat memberikan keterangan kepada awak media.

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerjunkan personel untuk memantau titik api dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan Gunung Wilis. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Ariyanto mengatakan, dengan kondisi cuaca panas saat musim kemarau ini, pemantauan harus terus dilakukan guna mencegah luasan titik kebakaran akibat rambatan api.

Baca Juga : Kasus Dukun Cabul di Magetan Mulai Disidangkan: Mengaku Terima Wahyu Jibril, Cabuli Korban hingga 10 Kali

"Berdasarkan arahan Mas Bup (Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana), kita terus memantau dampak karhutla kawasan Gunung Wilis ini," katanya.

Personil BPBD yang diterjunkan bergabung dengan tim gabungan baik itu dari Perhutani, TNI, polisi, maupun instansi lain. Mengingat kondisi medan kawasan pegunungan yang sulit, pemantauan titik api diakui sebelumnya juga sempat menggunakan drone.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Wilis, titik api yang semula dari RPH Bajulan, Kabupaten Nganjuk merembet hingga wilayah Kabupaten Kediri. Wilayah yang terdampak yakni Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Parang dan RPH Kanyoran.

Berdasarkan informasi petugas yang melakukan pantauan pada 7 September, titik-titik api di wilayah itu sudah padam karena hujan yang turun selama dua hari di kawasan puncak Wilis. 

Ariyanto mengimbau kepada masyarakat bilamana mengetahui atau menemukan titik api yang berpotensi mengakibatkan kebakaran untuk segera melapor.

Laporan bisa disampaikan ke perangkat desa setempat, pemadam kebakaran, atau BPBD Kabupaten Kediri supaya dapat segera dilakukan penanganan. 

"Kepada masyarakat kita juga mengimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan di hutan atau meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan yang bisa menjadi penyebab kebakaran," ungkapnya.

Baca Juga : Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran di Kota Malang, Lahan Jadi Objek Paling Banyak Terbakar

Disebutkan, kewaspadaan terhadap kebakaran harus selalu ditingkatkan saat musim kemarau seperti saat ini. Pasalnya, jika terjadi kebakaran di kawasan gunung atau perbukitan, penanganannya diakui jauh lebih berat mengingat medan yang sulit dijangkau. "Pencegahan menjadi kunci utama," ucap Ariyanto.

Imbauan yang sama juga disampaikan Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono. Menurut Kaleb, sepanjang 2026 ini sampai l September terdapat 300 kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Kediri.

Dari data yang ada, kebakaran paling banyak terjadi pada lahan tebu yakni 63 kejadian, rumpun bambu 71 kejadian dan bangunan rumah 47 kejadian. Lonjakan kejadian terjadi dari  Juli hingga September. 

"Pencegahan memang menjadi kunci utama, kita juga selalu mengingatkan masyarakat jangan membakar sampah sembarangan, terutama saat musim panas dan berangin," pesannya.(adv)


Topik

Pemerintahan Karhutla Gunung Wilis Pemkab Kediri Bupati Mas Dhito



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

Yunan Helmy