JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang terus memperkuat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat di 33 kecamatan di Kabupaten Malang.
Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo menyampaikan, hingga Agustus 2026, pelaksanaan CKG di Kabupaten Malang tercatat mencapai sekitar 26 persen. Capaian tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mendekati target nasional tahun kedua yang berada di angka 46 persen.
Baca Juga : Dikira Istri Nonton Karnaval, Ternyata MD Dipinggir Kali
Wiyanto mengatakan, percepatan menjadi perhatian utama Dinkes Kabupaten Malang dalam memasuki periode akhir 2026. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas, terus didorong untuk memperluas cakupan masyarakat yang mendapatkan pemeriksaan.
“Program CKG di tahun kedua ini sesuai target nasional harus mencapai 46 persen dari jumlah orang yang harus di CKG. Untuk saat ini di Kabupaten Malang capaiannya sudah 26 persen," ungkap Wiyanto kepada JatimTIMES.com.
Menurutnya, pencapaian program tidak dapat hanya mengandalkan masyarakat yang datang secara mandiri ke puskesmas. Pola pelayanan perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan karakteristik masing-masing wilayah.
Salah satu langkah yang diperkuat adalah pendekatan aktif melalui kegiatan jemput bola. Puskesmas diarahkan mendatangi kelompok masyarakat yang berpotensi belum terjangkau layanan CKG, termasuk lingkungan satuan pendidikan, pondok pesantren dan komunitas masyarakat lainnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena aktivitas masyarakat menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pemeriksaan. Banyak warga menjalankan pekerjaan sejak pagi hingga sore sehingga kesempatan untuk mendatangi fasilitas kesehatan pada jam pelayanan reguler relatif terbatas.
"Puskesmas kami dorong untuk menyusun strategi pelayanan yang lebih adaptif dengan memperhitungkan kondisi sasaran di wilayah masing-masing," kata Wiyanto.
Dinkes Kabupaten Malang juga melakukan pemantauan capaian secara berkala. Evaluasi bulanan digunakan untuk melihat perkembangan pelaksanaan CKG di masing-masing puskesmas sekaligus menentukan bagian yang masih membutuhkan penguatan.
Wiyanto menegaskan, setiap puskesmas perlu mempunyai ukuran capaian harian yang disesuaikan dengan kapasitas tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan serta jumlah sasaran di wilayah kerjanya.
"Pokoknya puskesmas harus mempunyai target satu hari pemeriksaan bisa berapa. Mungkin kalau targetnya 200, maka tenaga kesehatannya digerakkan, bagaimanapun caranya. Kalau hari ini hanya 180, berarti besoknya harus 220," tegas Wiyanto.
Namun, bukan berarti seluruh puskesmas memiliki kewajiban pemeriksaan dengan jumlah yang sama. Setiap wilayah memiliki karakteristik kependudukan dan kemampuan pelayanan yang berbeda sehingga strategi percepatan harus disesuaikan.
Baca Juga : Hari Ini Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Ancaman Abu hingga Awan Panas Mengintai
Beberapa wilayah dengan jumlah penduduk besar otomatis memiliki sasaran CKG yang lebih banyak. Di antaranya Kecamatan Poncokusumo, Kepanjen, Sumberpucung dan Donomulyo menjadi contoh wilayah yang membutuhkan kapasitas pelayanan cukup besar untuk menjangkau seluruh sasaran.
Selain itu, pihaknya melihat pelaksanaan CKG memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar meningkatkan angka cakupan pemeriksaan. Data hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menemukan faktor risiko penyakit sejak awal.
Salah satu persoalan kesehatan yang cukup banyak ditemukan melalui pemeriksaan adalah penyakit tidak menular, seperti hipertensi. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan meskipun seseorang tidak sedang merasakan keluhan. Masyarakat yang terlihat sehat tetap dapat memiliki faktor risiko yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.
"CKG ini bukan hanya untuk masyarakat yang sudah sakit atau mempunyai keluhan. Kita ingin mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sedini mungkin, termasuk mereka yang merasa sehat tetapi ternyata memiliki faktor risiko," jelas Wiyanto.
Lebih lanjut, Dinkes Kabupaten Malang berharap penguatan CKG dapat mendorong perubahan pendekatan pelayanan kesehatan dari yang semata-mata berorientasi pada pengobatan menjadi lebih kuat pada pencegahan dan deteksi dini.
Melalui percepatan pemeriksaan, masyarakat yang memiliki faktor risiko dapat segera memperoleh edukasi, pemantauan maupun penanganan sesuai kebutuhan. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah kondisi kesehatan berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Dengan sisa waktu pelaksanaan hingga akhir 2026, Dinkes Kabupaten Malang terus mengoptimalkan peran puskesmas agar kesenjangan capaian CKG dapat ditekan. Perluasan sasaran, evaluasi rutin dan pelayanan yang lebih aktif menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan sekaligus memastikan manfaat CKG benar-benar dirasakan masyarakat.
