JATIMTIMES - Kota Malang tidak bisa mengandalkan panorama alam untuk menggaet wisatawan seperti Kabupaten Malang maupun Kota Batu. Di tengah keterbatasan potensi wisata alam, event justru menjadi salah satu magnet penting untuk mendatangkan wisatawan sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi kota.
Karakter pariwisata Kota Malang memang memiliki ceruk yang berbeda. Kota ini lebih banyak menawarkan wisata perkotaan, kuliner, ekonomi kreatif, hingga berbagai event yang mampu menghadirkan keramaian dalam waktu tertentu.
Baca Juga : DPRD Lamongan Sampaikan Pandangan Umum Terkait Perubahan Perda No 10 Tahun 2023
Data Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mencatat, kunjungan wisata hingga Juli 2026 telah mencapai 2,6 juta orang. Angka tersebut sudah mendekati target 3,2 juta kunjungan yang dipatok sepanjang tahun.
Capaian itu membuat keberadaan event semakin strategis. Namun, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi, mengingatkan agar setiap event tidak berhenti sebagai agenda seremonial yang sekadar mendatangkan kerumunan.
Menurutnya, event harus dirancang untuk menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas. Pelaku UMKM lokal perlu mendapat ruang agar turut menikmati belanja wisatawan yang datang.
“Event yang digelar harus berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Malang,” tegas Suryadi.
Ia meminta UMKM menjadi bagian dari ekosistem setiap event. Kemudahan yang diberikan pemerintah kepada penyelenggara juga dinilai harus diikuti akses bagi pelaku usaha lokal untuk berjualan dan memasarkan produknya.
Sebab, banyaknya orang yang hadir dalam sebuah event belum tentu otomatis menjadi keuntungan bagi masyarakat. Tanpa keterlibatan UMKM, keramaian bisa saja hanya berhenti pada panggung acara, sementara potensi transaksi ekonomi justru tidak maksimal.
Di sisi lain, Pemkot juga menghadapi tantangan untuk membuat wisatawan tidak sekadar singgah. Pergerakan wisatawan di Malang Raya membuat sebagian orang menginap di Kota Malang, tetapi destinasi utamanya justru berada di daerah lain.
Baca Juga : Kawal Kredit Murah, Golkar DPRD Jatim Dorong Subsidi Rp 19 M Prokesra untuk UMKM Baru
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengakui kondisi tersebut. Wisatawan yang memilih hotel di Kota Malang belum tentu menghabiskan waktu wisatanya di dalam kota.
“Kadang ada juga menginap di Kota Malang, tujuannya wisata di Kota Batu,” terangnya.
Karena itu, Pemkot mulai mendorong sport tourism sebagai salah satu cara memperpanjang aktivitas wisatawan di Kota Malang. Berbagai perlombaan hingga fun run dinilai mampu mendatangkan massa sekaligus menggerakkan sektor hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM.
Pengembangan event tersebut juga dikaitkan dengan program 1.000 event yang digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. Pemkot memberikan kemudahan bagi penyelenggara, terutama melalui perizinan dan pemanfaatan fasilitas daerah.
Bagi Suryadi, semakin banyak event digelar, semakin besar pula peluang ekonomi yang bisa diciptakan. Namun, peluang tersebut harus dipastikan masuk ke kantong pelaku usaha lokal, sehingga wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat Kota Malang.
