JATIMTIMES – Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang permukiman warga di Kampung Pariyaan, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan bagian atap tiga rumah warga mengalami kerusakan. Rumah yang terdampak masing-masing milik Sahmina (62), Nawati (50), dan Ariya (71).
Baca Juga : September 2026 Masih Kemarau? Ini Penjelasan BMKG dan Prediksinya
Riswaton, salah satu anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, menyampaikan bahwa angin kencang membuat sejumlah material atap rumah terhempas bahkan beberapa genteng, asbes, hingga kayu usuk dan reng berjatuhan ke halaman rumah.
"Saat kejadian, pemilik rumah baru pulang bekerja dan hendak beristirahat. Namun terbangun setelah mendengar suara angin yang cukup kencang. Saat keluar untuk melihat kondisi bagian depan rumah, bagian atap terlihat terangkat akibat terpaan angin," ujar Riswaton.
Pemilik rumah kemudian bergegas menyelamatkan diri dengan berlari ke bagian belakang rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
Namun demikian, Riswaton mengungkapkan bahwa kerugian yang diakibatkan angin kencang tersebut ditaksir mencapai total Rp51 juta dengan rincian, rumah milik Sahmina yang merupakan bangunan semi permanen mengalami kerusakan ringan dengan kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta.
"Kerusakan dengan kondisi serupa juga terjadi pada rumah milik Nawati. Bangunan semi permanen tersebut mengalami kerusakan ringan dengan taksiran kerugian sekitar Rp25 juta," ungkap Riswaton.
Sementara itu, lanjut Riswaton, rumah milik Ariya juga mengalami kerusakan ringan. Taksiran kerugian material pada rumah tersebut mencapai sekitar Rp1 juta. "Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut," pungkasnya.
Baca Juga : Tanggapi Keluhan Jalan Rusak, Pemkab Magetan Kucurkan Rp55 Miliar di PAPBD 2026
Sementara itu salah satu pemilik rumah, Nawati berharap ada bantuan perbaikan dari pemerintah daerah mengingat kerusakan yang dialami tidaklah ringan.
"Semoga saja ada bantuan dari pemerintah, rusak parah genteng jatuh sama asbes, kalau dibenarkan dapat uang darimana pak," harap Nawati.
Petugas juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, khususnya angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
