JATIMTIMES - Industri kecantikan yang terus menghadirkan produk baru setiap bulan membuat konsumen dihadapkan pada semakin banyak pilihan. Di tengah tren launching produk yang tak ada habisnya, beauty content creator Dinda Azzura membagikan cara memilih produk yang benar-benar sesuai kebutuhan, agar konsumen tidak terjebak membeli karena sekadar penasaran atau ikut tren.
Perempuan yag akrab disapa Dinzzur ini mengatakan, langkah pertama yang perlu dilakukan bukan mencari produk, melainkan mengenali permasalahan yang ingin diselesaikan. Konsumen sebaiknya membuat daftar kebutuhan sebelum membuka platform e-commerce.
Baca Juga : Bagaimana Cara Membuat Hujan Buatan? Ini Proses dan Bahan yang Digunakan
“Jangan mulai dari produknya apa, tapi mulai dari masalah kalian tuh apa,” kata Dinzzur.
Ia mencontohkan, seseorang yang memiliki masalah makeup mudah bergeser, tidak tahan lama, atau mengalami benturan dengan produk skin prep, sebaiknya mencari produk berdasarkan persoalan tersebut, bukan langsung mengetik kata kunci seperti “best sunscreen 2026”.
Langkah berikutnya adalah memastikan apakah produk tersebut memang dibutuhkan atau hanya muncul karena rasa takut ketinggalan tren (fear of missing out atau FOMO).
“Ini kota butuh apa, emang gue FOMO? Simple. Karena kalian harus tahu, ini sebenarnya kita pengen ngatasin masalah gue apa cuma penasaran aja,” imbuhnya.
Dinzzur juga menyarankan konsumen tidak menjadikan pendapat orang lain sebagai satu-satunya patokan dalam menentukan produk terbaik. Sebab, kebutuhan setiap orang berbeda, mulai dari kondisi kulit, kebiasaan makeup hingga produk yang digunakan dalam rutinitas sehari-hari.
“Stop tanya ke orang, produk terbaik menurut kakak apa? Kalian list down dulu kriteria produk terbaik menurut lo sendiri,” jelasnya.
Setelah mengetahui kebutuhan, konsumen dapat melihat performa produk secara lebih spesifik. Dinda mengingatkan agar konsumen tidak hanya terpaku pada ulasan positif, tetapi mencari tahu alasan di balik penilaian tersebut.
“Jadi jangan cuma ngandelin review-nya bagus banget. Tapi bagus bangetnya tuh karena apa? Bagus bangetnya tuh di bagian apa?” tambah Dinzzur.
Menurut Dinzurr, cara menonton ulasan produk juga perlu diperhatikan. Konsumen harus melihat konteks orang yang memberikan ulasan, termasuk jenis kulit, skin prep, penggunaan bedak, hingga setting spray yang digunakan.
Baca Juga : CPNS Dibuka Awal 2027? Ini Penjelasan Resminya
“Review itu bukan jawaban, review itu bukan keputusan. Review itu tuh data yang kalian perluin,” terang Dinzzur.
Karena itu, ia menyarankan calon pembeli tidak hanya mengandalkan satu ulasan ketika hendak membeli produk. Membandingkan beberapa pengalaman pengguna dapat membantu memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai performa produk.
Selain kualitas dan kecocokan, harga serta nilai yang diperoleh juga perlu menjadi pertimbangan. Produk dengan harga lebih mahal tidak otomatis menjadi pilihan yang paling tepat untuk semua orang.
“Misalnya ada produk Rp 100 ribu sama ada produk yang Rp 500 ribu. Nggak melulu produk yang Rp 500 ribu ini tuh lebih bagus,” ucap ibu dua anak ini.
Dinzzur menilai produk dengan harga lebih terjangkau bisa saja memberikan manfaat yang lebih sesuai apabila memenuhi kebutuhan konsumen.
Di tengah maraknya produk kecantikan baru, Dinzzur juga mengajak konsumen untuk lebih bijak dalam berbelanja dan menghindari konsumsi berlebihan. Menurut dia, banyaknya produk yang bermunculan tidak selalu menjadi masalah karena setiap produk dapat hadir untuk menjawab kebutuhan yang lebih spesifik.
“Menurut gue makin banyak produk, makin banyak juga kebutuhan-kebutuhan yang spesifik bisa dijawab dan dipenuhin,” tutup Dinzzur.
