Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Mahasiswa KKN UNIRA 2026, Dukung Misi Desa Tangguh Bencana

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Dede Nana

30 - Jul - 2026, 18:25

Placeholder
Penyerahan simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada mahasiswa KKN Universitas Madura sebagai bentuk komitmen perlindungan jaminan sosial selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Perlindungan ini mendukung mahasiswa menjalankan misi membangun desa tangguh bencana dengan aman dan nyaman.(Foto: BPJS Ketenagakerjaan)

JATIMTIMES – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pamekasan kembali memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi generasi muda. Kali ini, seluruh mahasiswa Universitas Madura (UNIRA) yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 resmi mendapatkan perlindungan melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Penyerahan kepesertaan secara simbolis dilakukan dalam acara pelepasan mahasiswa KKN UNIRA di kampus setempat pada Senin, 13 Juli 2026. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan KKN yang tahun ini mengusung tema Digitalisasi Potensi Lokal dan Pengelolaan Sampah untuk Mendukung Desa Tangguh Bencana.

Baca Juga : Kota Batu Banjir Event Akhir Pekan, 3 Jalan Protokol Ditutup Total

Melalui tema tersebut, mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai desa untuk membantu percepatan digitalisasi potensi lokal, mengembangkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam mewujudkan desa yang tangguh menghadapi risiko bencana.

Tingginya mobilitas mahasiswa selama menjalankan pengabdian di lapangan menjadi salah satu alasan penting hadirnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mahasiswa memperoleh perlindungan sejak hari pertama penerjunan hingga seluruh rangkaian KKN berakhir.

Rektor Universitas Madura, Dr. Drs. Ec. H. Gazali, M.M., mengatakan perlindungan jaminan sosial merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memastikan keselamatan mahasiswa selama menjalankan kegiatan akademik di lapangan.

"Kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini adalah bentuk komitmen nyata kami dalam menjaga keselamatan mahasiswa. Kami ingin para mahasiswa dapat fokus mendampingi masyarakat, mulai dari memetakan dan mendigitalisasi potensi lokal hingga membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan demi mewujudkan desa tangguh bencana, dengan tenang dan aman," ujar Gazali.

Menurutnya, kepastian perlindungan membuat mahasiswa dapat menjalankan program pengabdian secara optimal tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap risiko yang mungkin terjadi selama berada di lokasi KKN.

Prosesi pelepasan mahasiswa semakin bermakna ketika perwakilan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan kartu kepesertaan secara simbolis kepada Wakil Rektor I UNIRA. Penyerahan tersebut disaksikan jajaran pimpinan universitas, civitas akademika, serta seluruh peserta KKN.

Usai pelepasan, mahasiswa langsung diberangkatkan menuju desa penempatan masing-masing sesuai jadwal resmi KKN. Mereka memulai kegiatan dengan pemetaan potensi desa berbasis digital, edukasi pengelolaan lingkungan, pelaksanaan program kerja, hingga penyusunan laporan evaluasi sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pamekasan Anita Ardhiana mengatakan kerja sama perlindungan mahasiswa KKN bersama UNIRA bukanlah yang pertama. Sejak 2025, UNIRA telah mengikutsertakan mahasiswa KKN sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran yang sangat terjangkau, yakni Rp16.800 per orang untuk masa perlindungan selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga : Sapta Rona Pesona 2026 Resmi Digelar, BI Malang Satukan Potensi 7 Daerah

Menurut Anita, manfaat program tersebut telah terbukti dirasakan secara nyata. Pada pelaksanaan KKN tahun 2025, terdapat tiga mahasiswa yang mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju maupun selama menjalankan kegiatan KKN. Seluruh biaya perawatan mereka ditanggung BPJS Ketenagakerjaan dengan total klaim mencapai sekitar Rp93 juta.

"Nilai manfaat tersebut tentu sangat berarti. Apabila mahasiswa belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, biaya perawatan sebesar itu akan menjadi beban berat bagi keluarga maupun pihak kampus. Karena itu, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk antisipasi terhadap risiko yang tidak dapat diprediksi sehingga tidak berkembang menjadi beban ekonomi yang dapat mendorong keluarga jatuh ke jurang kemiskinan," kata Anita.

Ia menambahkan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan rasa aman kepada peserta, tetapi juga menjadi bentuk investasi sosial dalam mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat yang memiliki risiko kerja.

Anita berharap semakin banyak perguruan tinggi yang mengikuti langkah UNIRA dengan memberikan perlindungan jaminan sosial kepada mahasiswa yang menjalankan aktivitas lapangan. Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan kerja sejak dini.

"Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang akan terjun langsung melayani masyarakat. Karena itu, mereka juga berhak mendapatkan perlindungan ketika menjalankan tugas pengabdian. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus diperluas agar semakin banyak mahasiswa yang dapat belajar, berkarya, dan mengabdi dengan rasa aman," ujarnya.

Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan UNIRA tersebut diharapkan mampu memastikan pelaksanaan KKN 2026 berjalan lancar, aman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan desa tangguh bencana di Madura.


Topik

Pemerintahan bpjs ketenagakerjaan universitas madura jkm jkk



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana