Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Pemkab Malang Perkuat Strategi Investasi dan Siapkan Kawasan Industri di Malang Selatan

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Nurlayla Ratri

18 - Jul - 2026, 19:48

Placeholder
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar didampingi Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang Subur Hutagalung saat melakukan kunjungan ke KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat strategi percepatan investasi dengan menyiapkan kawasan ekosistem industri di Malang Selatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja di Kabupaten Malang.

Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar usai melakukan kunjungan ke KEK Industropolis Batang Jawa Tengah didampingi beberapa kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang. 

Baca Juga : UIN Malang Siapkan Maliki Pesantren Metrics, Instrumen Pengukuran Pesantren yang Ditargetkan Jadi Acuan Nasional

Di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja Yudi Hindharto; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang Subur Hutagalung; Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Malang Arrie Hendrawan Mahardhieka; Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Johan Dwijo Saputro; serta jajaran perangkat daerah lainnya di lingkungan Pemkab Malang dan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit. 

Budiar menyampaikan, keberhasilan Kabupaten Batang membangun kawasan industri terintegrasi menjadi referensi penting bagi Kabupaten Malang dalam merancang arah pembangunan ekonomi daerah. Terlebih lagi, Kabupaten Malang memiliki potensi kawasan pesisir selatan yang dinilai dapat dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru jika didukung dengan infrastruktur dan regulasi yang memadai.

"Kami mengajak dua tim meliputi tim perizinan dan kedisnakeran. Ternyata dalam lima tahun terakhir proses perizinan di Kabupaten Batang ini luar biasa, jadi investor yang masuk juga luar biasa, bahkan pada triwulan pertama, hampir Rp 3,3 triliun," ungkap Budiar. 

Pihaknya menyebutkan, terdapat beberapa hal yang telah dilakukan oleh Pemkab Malang dengan bantuan pemerintah pusat dalam mengembangkan kawasan industri Malang Selatan. Salah satunya terkait rencana realisasi pembangunan jalan tol Malang-Kepanjen. 

"Selain jalan tol Malang-Kepanjen yang masih masuk tahapan tender, kami juga mempersiapkan ruas jalan Gondanglegi ke Balekambang, rute jalan ke wilayah Malang selatan dengan ROW (Right of Way) sepanjang 20 meter," kata Budiar. 

Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik investasi. Karena itu, Pemkab Malang terus mengawal pembangunan Jalan Tol Malang - Kepanjen yang saat ini memasuki tahap tender, sekaligus menyiapkan akses menuju kawasan Malang Selatan sebagai bagian dari penguatan konektivitas wilayah.

Budiar menegaskan, hingga saat ini Kabupaten Malang belum memiliki kawasan industri yang ditetapkan secara khusus. Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) baru mengakomodasi kawasan peruntukan industri sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk mendorong pengembangan kawasan industri yang lebih terintegrasi.

"Kami tidak memiliki Kawasan Industri, karena di dalam RTRW hanya ada kawasan peruntukan industri. Kami ingin melihat KEK-nya Batang dan kami juga ada MoU dengan Pemkab Batang, untuk mensinergikan KEK. Ada beberapa yang menarik, investor membangun bisnis harus di kawasan industri, BKM juga mensyaratkan itu, termasuk juga belajar terkait tata ruang dan perizinan," jelas Budiar. 

Baca Juga : Profil Slavko Vinčić, Wasit Asal Slovenia yang Pimpin Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Lebih lanjut, keberadaan jalan tol yang nantinya terhubung dengan Jalur Lintas Selatan (JLS) akan menjadi pengungkit pemerataan pembangunan di kawasan selatan Kabupaten Malang. Konektivitas infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka akses investasi baru dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan yang selama ini belum berkembang secepat di wilayah utara.

Ia mengatakan, jalan tol Malang - Kepanjen ini nantinya akan tembus ke JLS yang dapat menghubungkan Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Lumajang. Pasalnya, untuk pertumbuhan di sisi Selatan Malang masih tergolong jauh dibandingkan di wilayah Kabupaten Batang yang memang sudah lama dilewati oleh jalan tol. 

"Otomatis unggul di bidang infrastruktur dengan adanya pelabuhan. Adanya kawasan ini kami sangat berharap di Kabupaten Malang bisa untuk mendapatkan ini," kata Budiar. 

Sementara itu, selain mempelajari tata kelola kawasan industri, kunjungan Budiar beserta jajaran perangkat daerah Pemkab Malang juga menjadi sarana menggali sistem pelayanan perizinan terpadu yang diterapkan di KEK Industropolis Batang Jawa Tengah. Model pelayanan tersebut dinilai mampu memangkas proses birokrasi sehingga memberikan kepastian bagi investor.

Kehadiran unsur LKS Tripartit dalam rombongan juga menunjukkan komitmen Pemkab Malang untuk memastikan pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, pelaku usaha dan pekerja.

"Pada KEK Batang ini proses perizinan bagi investor sudah cukup menjadi satu. Harapan saya, supaya investor itu mau berinvestasi dan membuka lapangan kerja baru," pungkas Budiar.


Topik

Pemerintahan kabupaten malang budiar kawasan industri tol malang kepanjen



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan