Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Gaya Hidup

Bolehkah Sisa Serum Sheet Mask Dipindahkan ke Botol Face Mist? Ini Penjelasannya

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

17 - Jul - 2026, 10:34

Placeholder
Sisa serum sheet mask pada tangan. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Daripada  membuang sisa serum sheet mask, banyak pengguna media sosial kini memindahkannya ke botol face mist untuk digunakan kembali dengan cara disemprotkan ke wajah. Tren yang dianggap lebih hemat ini ternyata tidak sepenuhnya dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan mengubah kualitas formulasi skincare.

Dalam video yang ramai di media sosial, terlihat seseorang mengenakan sheet mask di wajahnya. Kemudian seseorang menuangkan sisa essence dari kemasan sheet mask ke dalam botol spray berukuran kecil. Botol tersebut kemudian digunakan untuk menyemprotkan cairan ke bagian lehet sebagaimana penggunaan face mist pada umumnya.

Baca Juga : Benarkah Penarik Pajak Tidak Masuk Surga? Ini Penjelasan Ustaz Felix Siauw 

Sekilas, cara tersebut terlihat sebagai solusi untuk memanfaatkan sisa serum yang masih cukup banyak di dalam kemasan sheet mask. Tak sedikit warganet yang menganggap langkah itu lebih hemat karena essence yang biasanya tersisa setelah masker digunakan masih dapat dimanfaatkan pada hari-hari berikutnya.

Namun, menurut skincare expert dr Yessica Tania, tren tersebut perlu disikapi dengan hati-hati. Ia menjelaskan bahwa kemasan asli produk kosmetik bukan sekadar wadah penyimpanan, melainkan bagian penting dari keseluruhan formulasi yang telah dirancang oleh produsen.

“Satu hal yang perlu dipahami, produk skincare atau kosmetik memiliki pengawet, pH, dan stabilitas yang sudah diuji berdasarkan kemasan aslinya. Jadi begitu dipindahkan ke wadah lain, bisa saja terjadi perubahan pada formulanya,” kata perempuan yang akrab disapa dokter Zie ini.

Ia menambahkan bahwa setiap produk kosmetik, termasuk sheet mask, telah melalui berbagai tahapan pengujian sebelum dipasarkan. Pengujian tersebut meliputi kestabilan formula, efektivitas sistem pengawet, hingga kompatibilitas antara isi produk dengan material kemasannya.

Artinya, produsen hanya dapat menjamin keamanan dan kualitas produk ketika digunakan sesuai dengan kemasan yang telah dirancang sejak awal.

Menurut dokter Zie, essence pada sheet mask juga memiliki karakteristik yang berbeda dengan face mist. Sheet mask dirancang sebagai produk sekali pakai, sehingga formulasi, kadar pengawet, hingga masa pakainya disesuaikan dengan penggunaan setelah kemasan dibuka.

“Sheet mask itu formulasinya memang didesain untuk sekali pakai. Pengawet dan sistem formulanya juga disesuaikan untuk kondisi tersebut, bukan untuk disimpan kembali setelah kemasannya dibuka,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti perbedaan fungsi antara essence sheet mask dan botol face mist. Botol spray dirancang menghasilkan partikel cairan yang sangat halus agar dapat menyebar merata saat disemprotkan ke wajah.

Sementara itu, essence sheet mask dibuat untuk diaplikasikan langsung ke kulit melalui lembaran masker sehingga tidak diformulasikan untuk mekanisme penyemprotan.

“Botol spray menghasilkan partikel yang lebih kecil dan lebih halus. Padahal formulasi essence sheet mask tidak didesain untuk digunakan dengan cara seperti itu,” imbuh dokter Zie.

Baca Juga : Libur Sekolah 2026, Stasiun Malang Layani 175.340 Penumpang, Naik 3 Persen

Lebih jauh, dokter Zie menjelaskan bahwa memindahkan produk ke wadah lain dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Kontaminasi dapat terjadi ketika cairan bersentuhan dengan udara, corong botol, alat pemindah, maupun wadah yang belum benar-benar steril.

Meski tidak otomatis membuat produk menjadi berbahaya, kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas serum yang akan digunakan kembali.

“Bukan berarti langsung berbahaya. Yang kami khawatirkan adalah efektivitasnya bisa berubah, stabilitas formulanya menurun, dan keamanannya tidak lagi sama seperti saat masih berada di kemasan asli, apalagi jika disimpan selama satu minggu atau bahkan satu bulan,” ungkapnya.

Dalam ilmu kosmetik dan farmasi, lanjutnya, risiko kontaminasi setelah produk dipindahkan ke wadah lain merupakan prinsip dasar dalam cosmetic microbiology maupun pharmaceutical compounding. Stabilitas suatu produk, baik secara fisik, kimia, maupun mikrobiologi, umumnya hanya dijamin oleh produsen pada kemasan asli yang telah melalui uji kompatibilitas kemasan (packaging compatibility test) dan uji efektivitas pengawet (preservative efficacy testing).

Karena itu, dokter Zie tidak menyarankan menyimpan sisa essence sheet mask di dalam botol spray untuk digunakan berulang kali dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai alternatif, ia menyarankan agar sisa serum yang masih tertinggal di dalam kemasan sheet mask langsung dihabiskan pada hari yang sama. Essence tersebut dapat diaplikasikan ke bagian tubuh lain yang juga membutuhkan kelembapan.

“Kalau masih ada sisa serum, lebih baik langsung digunakan ke wajah, leher, dada, tangan, atau bagian kulit lain. Jadi, langsung dihabiskan saja, daripada dipindahkan ke wadah lain dan disimpan untuk pemakaian berikutnya,” tutupnya.


Topik

Gaya Hidup Sheet mask serum dokter Zie face mist gaya hidup



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy