Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Bediding Bikin Kabut Tebal di Sejumlah Wilayah, Simak 7 Tips Aman Berkendara agar Terhindar dari Kecelakaan

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

03 - Jul - 2026, 19:24

Placeholder
Ilustrasi jalanan berkabut. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Fenomena bediding yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini membuat suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin. Kondisi tersebut merupakan hal yang umum terjadi saat musim kemarau, terutama ketika langit cerah dan kelembapan udara cukup tinggi.

Selain menyebabkan udara terasa lebih dingin, bediding juga kerap memicu terbentuknya kabut pada pagi hari. Kabut umumnya muncul di kawasan pegunungan, dataran tinggi, lembah, hingga sejumlah ruas jalan antarkota. Akibatnya, jarak pandang pengendara menjadi terbatas sehingga risiko kecelakaan lalu lintas meningkat apabila tidak berkendara dengan hati-hati.

Baca Juga : BMKG Ungkap 16 Wilayah Terpanas di Indonesia, Pulau Jawa Paling Mendominasi

Dalam kondisi berkabut, pengemudi membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat kendaraan lain, tikungan, rambu lalu lintas, hingga pejalan kaki. Karena itu, penting bagi setiap pengendara untuk menyesuaikan cara berkendara agar perjalanan tetap aman.

Mengutip panduan keselamatan berkendara dari laman RAC Inggris, berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan saat melintasi jalan berkabut.

1. Kurangi kecepatan sejak memasuki area berkabut

Begitu melihat kabut mulai menutupi jalan, segera kurangi kecepatan kendaraan secara bertahap. Hindari mengerem secara mendadak karena dapat mengejutkan pengendara di belakang. Dengan kecepatan yang lebih rendah, Anda memiliki waktu lebih banyak untuk bereaksi apabila terdapat kendaraan, tikungan, atau hambatan lain di depan.

2. Gunakan lampu utama dan lampu kabut dengan benar

Saat jarak pandang turun hingga kurang dari sekitar 100 meter, nyalakan lampu utama agar kendaraan lebih mudah terlihat. Jika mobil dilengkapi lampu kabut (fog lamp), gunakan sesuai kebutuhan karena lampu tersebut dirancang untuk membantu pengemudi melihat jalan dalam kondisi berkabut. Hindari menggunakan lampu jauh (high beam) karena justru dapat memantulkan cahaya ke kabut dan mengurangi jarak pandang.

3. Pastikan kendaraan dalam kondisi siap digunakan

Sebelum memulai perjalanan, periksa kondisi kendaraan, mulai dari lampu utama, lampu kabut, lampu rem, wiper, hingga kaca depan. Pastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik. Tidak kalah penting, isi bahan bakar secukupnya atau hingga penuh untuk mengantisipasi perjalanan yang lebih lama akibat cuaca.

4. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan

Saat berkendara di tengah kabut, hindari mengikuti kendaraan lain terlalu dekat. Meskipun lampu belakang kendaraan di depan dapat dijadikan acuan arah, tetap berikan ruang yang cukup apabila kendaraan tersebut melakukan pengereman secara tiba-tiba.

5. Tingkatkan kewaspadaan terhadap kondisi sekitar

Kabut sering kali membuat keberadaan kendaraan lain, pesepeda, maupun pejalan kaki sulit terlihat. Jika diperlukan, buka sedikit kaca jendela mobil agar Anda dapat mendengar suara kendaraan dari arah lain. Cara sederhana ini dapat membantu meningkatkan kewaspadaan ketika jarak pandang sangat terbatas.

Baca Juga : Ramalan Zodiak Jumat 3 Juli 2026: Leo Berpeluang Naik Karier, Cancer Hadapi Tekanan Kerja

6. Jangan memaksakan perjalanan saat kabut sangat pekat

Apabila kabut semakin tebal hingga pandangan nyaris tertutup seluruhnya, jangan mengambil risiko dengan terus melaju. Carilah lokasi yang aman untuk menepi, seperti area istirahat atau tempat parkir yang tidak mengganggu arus lalu lintas. Tunggu hingga kabut mulai menipis sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

7. Matikan lampu kabut ketika kondisi kembali normal

Setelah keluar dari area berkabut atau cuaca kembali cerah, segera matikan lampu kabut. Penggunaan lampu tersebut saat tidak diperlukan dapat menyilaukan pengendara lain dan mengganggu keselamatan di jalan.

Selain menerapkan tips di atas, pengendara juga disarankan menghindari penggunaan ponsel saat mengemudi serta tetap fokus terhadap kondisi lalu lintas. Berkendara dengan tenang dan tidak terburu-buru menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko kecelakaan saat cuaca berkabut.

Dengan meningkatnya potensi kabut selama fenomena bediding, pengendara diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan dibanding kecepatan. Persiapan yang matang, kondisi kendaraan yang prima, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan saat berkendara di tengah jarak pandang yang terbatas.


Topik

Serba Serbi beddiding trik aman jalan berkabut berkendara aman



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya