Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Puluhan Pembalap Motocross Manol Gabah Championship Kapolresta Cup II 2026 di Songgon Banyuwangi 

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : A Yahya

27 - Jun - 2026, 18:33

Placeholder
Screen shoot Motocross Manol Gabah Championship Kapolresta Cup II 2026 di Kecamatan Songgon Banyuwangi (Istimewa)

JATIMTIMES – Dalam mengisi rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Banyuwangi menggelar  Motocross Manol Gabah Championship Kapolresta Cup II 2026 di Sirkuit Lebak Djinontro Rejeng, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon Banyuwangi Sabtu - Minggu (27-28 /6/ 2026).

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, menghadirkan balapan motocross dengan konsep berbeda. Para pembalap  dituntut bukan sekadar mampu menaklukkan lintasan balap untuk berpacu namun juga ditambah dengan membawa karung gabah dibonceng sepeda motor mereka sampai dengan garis finis.

Baca Juga : Viral Dugaan Kejanggalan Kerja Sama Agrinas-Militer di Kopdes, Pengurus Hanya Pajangan

Konsep Motocross Manol Gabah terinspirasi dari aktivitas para petani Banyuwangi yang mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor. 

Tradisi tersebut kemudian diadopsi menjadi olahraga otomotif yang memadukan keterampilan berkendara, keseimbangan, dan ketahanan pembalap.

Menurut Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, yang disampaikan Kasat Binmas Kompol Basori Alwi, S.H., M.H., even yang digelar sebagai bentuk sinergitas kolaborasi dan kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus upaya mengangkat potensi lokal.

"Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami isi dengan kegiatan yang dekat dengan masyarakat. Manol Gabah bukan hanya olahraga, tetapi juga menggambarkan kehidupan petani Banyuwangi yang kemudian dikemas menjadi tontonan menarik," ujar Kompol Basori Alwi.

Dia menuturkan, Polri ingin hadir tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga mendukung kegiatan masyarakat yang berdampak positif. Kejuaraan itu juga menjadi ajang silaturahmi komunitas trail dan pembinaan atlet otomotif.

"Kegiatan ini memberikan manfaat ganda. Selain menjadi hiburan masyarakat, juga menjadi ajang mencari bibit-bibit crosser Banyuwangi yang nantinya dapat berkompetisi pada event yang lebih tinggi," tambahnya.

Kompol Basori menilai kegiatan yang digelar menjadi ajang positif bagi generasi muda sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.

"Silakan bertanding dengan semangat, tetapi tetap utamakan keselamatan dan junjung tinggi sportivitas," ujarnya sembari menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia.

Ketua Panitia Cross Manol Gabah Championship Kapolresta Cup II 2026, Dani Wahyudi, mengungkapkan kejuaraan yang digelar sengaja dikemas berbeda agar masyarakat tidak hanya menikmati balapan, tetapi juga memahami filosofi yang terkandung di dalamnya.

"Manol Gabah bukan sekadar balapan motor. Di balik itu ada cerita tentang keseharian petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan. Kami ingin aktivitas mereka mendapat panggung dan diapresiasi," kata Dani.

Baca Juga : Daftar 26 Negara Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, 11 Tim Resmi Tersingkir

Dia menjelaskan, penggunaan karung gabah sebagai muatan wajib merupakan simbol yang tidak bisa dipisahkan dari identitas kejuaraan. 

Tantangan bagi para croser / peserta bukan hanya menaklukkan lintasan, tetapi juga menjaga muatan tetap aman hingga finis sebagaimana yang dilakukan petani saat membawa hasil panen.

"Justru di situlah letak keunikannya. Pembalap harus cepat, tetapi juga teliti dan mampu menjaga keseimbangan. Itu yang membuat ajang Motocross Manol Gabah berbeda dengan kejuaraan balap motor yang lain," imbuh Dani.

Lebih lanjut dia mengungkapkan regenerasi petani menjadi tantangan yang harus mulai dijawab melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan anak muda. "Kalau anak muda datang, menonton, lalu mulai tertarik mengenal kehidupan petani, itu sudah menjadi keberhasilan bagi kami. Pertanian harus tetap memiliki penerus karena dari sektor inilah kebutuhan pangan semua orang berasal," ungkapnya.

Dani menambahkan, tingginya antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun kedua menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat dikemas menjadi event olahraga yang menarik tanpa kehilangan makna.

"Alhamdulillah, tahun ini diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai kota. Dan pemenang akan membawa pulang motor cross manol gabah," ujarnya.

Dia berharap Motocross Manol Gabah Championship tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi ikon event khas Banyuwangi yang menggabungkan olahraga otomotif, budaya lokal, dan edukasi pertanian sekaligus berdampak pada perekonomian masyarakat dengan hadirnya sejumlah pelaku UMKM di sekitar lokasi perlombaan.


Topik

Serba Serbi hari bhayangkara polresta banyuwangi rofiq ripto himawan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

A Yahya