Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

FSTeM UB Pasang Target Seluruh Prodi Berstatus Unggul di Tengah Skema Baru Akreditasi LAMSAMA

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

20 - Jun - 2026, 17:40

Placeholder
FSTeM UB menggelar Workshop Persiapan Dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) LAMSAMA 3.1 yang melibatkan pimpinan fakultas, ketua program studi, serta unit-unit pendukung akademik (ist)

JATIMTIMES - Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) tengah menghadapi salah satu momentum penting dalam penguatan mutu pendidikan tinggi. Penerapan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 3.1 oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) mulai 2026 membawa perubahan mendasar dalam sistem penilaian program studi. Di tengah transisi tersebut, FSTeM UB menargetkan seluruh program studinya mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian akreditasi unggul.

Target itu bukan tanpa alasan. Saat ini 17 dari 19 program studi yang berada di bawah FSTeM UB telah menyandang predikat unggul atau mencapai 89,47 persen dari total program studi yang dimiliki. Namun capaian tersebut akan kembali diuji seiring penerapan instrumen baru yang menuntut bukti kualitas akademik, tata kelola, hingga kinerja lulusan secara lebih komprehensif dibanding sistem sebelumnya.

1

Tantangan tersebut semakin signifikan mengingat sebanyak 11 program studi di lingkungan FSTeM UB dijadwalkan mengikuti proses akreditasi pada tahun depan. Situasi itu membuat fakultas harus bergerak lebih awal untuk memastikan seluruh indikator yang dipersyaratkan dalam IAPS 3.1 dapat dipenuhi secara optimal.

Baca Juga : Belajar sambil Membangun Desa, Mahasiswa UIBU Dilatih Kembangkan Ekonomi Kreatif

Dekan FSTeM UB, Prof. Sukir Maryanto, menilai perubahan instrumen akreditasi bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan berkaitan langsung dengan kemampuan program studi menjaga kualitas secara berkelanjutan.

3

"Tantangan terbesar adalah mempertahankan kualitas tinggi secara berkelanjutan. Selain itu, aspek keterlacakan lulusan, kepuasan pengguna, dan kesiapan kerja alumni juga menjadi perhatian penting dalam penilaian," ujarnya, Rabu, (19/6/2026).

Berbeda dengan instrumen sebelumnya yang banyak bertumpu pada data kuantitatif dan tabel kinerja, IAPS 3.1 lebih menekankan evaluasi diri yang menggambarkan kondisi program studi secara menyeluruh. Penilaian tidak hanya melihat capaian angka, tetapi juga menilai efektivitas sistem pengelolaan, strategi pengembangan, relevansi kurikulum, hingga dampak yang dihasilkan terhadap mahasiswa dan lulusan.

Perubahan pendekatan tersebut membuat predikat unggul menjadi semakin selektif. Program studi tidak cukup hanya memperoleh skor tinggi secara akumulatif, melainkan harus memenuhi sejumlah indikator wajib yang ditetapkan pada kategori sangat baik.

2

Wakil Dekan Bidang Akademik FSTeM UB, Nurjannah, menjelaskan bahwa instrumen baru menghadirkan standar yang lebih ketat dibanding sebelumnya.

"Instrumen baru ini lebih menekankan pemenuhan indikator wajib. Jadi tidak cukup hanya memperoleh nilai tinggi secara keseluruhan, tetapi sejumlah komponen tertentu harus mencapai kategori sangat baik agar bisa memperoleh status unggul," katanya.

Menurut Nurjannah, posisi FSTeM UB saat ini relatif kuat karena mayoritas program studinya telah berstatus unggul. Sementara dua program studi yang belum memperoleh predikat tersebut, yakni Bioinformatika dan Sains Data, masih berada dalam tahap pemenuhan persyaratan administratif karena merupakan program studi baru.

Baca Juga : Ini Posisi Lemari Pakaian yang Diyakini Membawa Energi Baik

Untuk memastikan kesiapan menghadapi skema penilaian terbaru, fakultas mulai melakukan pemetaan terhadap seluruh program studi berdasarkan 35 komponen yang terdapat dalam instrumen IAPS 3.1. Pemetaan ini digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan celah yang masih perlu diperbaiki sebelum proses asesmen berlangsung.

Prof. Sukir mengatakan bahwa target utama fakultas adalah menjaga capaian program studi yang telah unggul sekaligus mendorong program studi lainnya agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

"Kami sengaja menghadirkan pihak LAMSAMA agar seluruh stakeholder memiliki pemahaman yang sama terkait instrumen baru. Target kami jelas, program studi yang sudah unggul tetap mempertahankan statusnya, sementara yang belum unggul didorong untuk segera meningkat," ujarnya.

Sebagai bagian dari langkah awal tersebut, FSTeM UB menggelar Workshop Persiapan Dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) LAMSAMA 3.1 yang melibatkan pimpinan fakultas, ketua program studi, serta unit-unit pendukung akademik, Rabu, (19/6/2026). Kegiatan itu difokuskan pada pendalaman instrumen baru dan penyusunan strategi menghadapi proses akreditasi yang akan mulai dijalankan pada tahun 2026.


Topik

Pendidikan fstem ub ub dekan fstem ub akreditasi unggul



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana