JATIMTIMES - Gelaran Piala Dunia 2026 yang mulai bergulir sejak 11 Juni lalu tak hanya menjadi pesta sepak bola bagi para penggemar olahraga. Di Kota Malang, ajang empat tahunan tersebut juga dipandang sebagai peluang ekonomi yang mampu menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.
Berbagai kafe, warung kopi, tempat hiburan, hingga ruang publik di Kota Malang mulai ramai menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia. Antusiasme masyarakat yang tinggi dinilai menjadi momentum emas bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan.
Baca Juga : IIFEX 2026, Pameran Makanan Tradisional hingga Mancanegara yang Hadirkan Cooking Demo dari Chef Ternama
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menilai penyelenggaraan nobar dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif sekaligus sarana menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kota Malang telah menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri terkait penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026. Selain memberikan dampak ekonomi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan ruang kebersamaan dan memperkuat nilai sportivitas di tengah masyarakat.
“Piala Dunia ini jadi peluang bagi kita, bagi masyarakat, bagi pelaku UMKM. Saya yakin semuanya mendapat benefit dari ini. Kalau dari aspek ekonomi, pelaku UMKM mendapat kesempatan meningkatkan pendapatan lewat nobar. Animonya pasti besar, ini strategi yang bagus,” ujar Wahyu.
Sebagai bentuk dukungan, Wahyu menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota Malang untuk turut menggelar kegiatan nobar, sebagaimana yang telah dilaksanakan pada Senin (15/6) lalu. Ia juga mengimbau aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang mengenakan jersey negara peserta Piala Dunia setiap hari Jumat selama perhelatan berlangsung.
“Jadi saya tekankan di jajaran Pemkot Malang, nobar dan memakai jersey Piala Dunia bagi ASN setiap hari Jumat. Artinya dengan ini, gerak roda ekonomi pelaku UMKM akan berputar karena antusiasme konsumen,” katanya.
Meski demikian, Wahyu mengingatkan agar seluruh penyelenggara nobar tetap memperhatikan aspek ketertiban dan keamanan lingkungan. Ia meminta masyarakat maupun pelaku usaha berkoordinasi dengan aparat terkait agar kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Baca Juga : Usai Ditertibkan, PKL Semambung Dapat Modal Rp215 Juta dan Lahan Usaha Baru
“Saya imbau masyarakat, kafe atau warung nongkrong, semuanya tetap menjaga ketertiban dan keamanan. Koordinasikan dengan aparat terkait agar suasana hiburan ini tidak mengganggu kalangan masyarakat yang lain,” pungkasnya.
Selain menjadi ajang hiburan, Pemkot Malang berharap momentum Piala Dunia 2026 dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat interaksi sosial masyarakat.
Sekaligus mendongkrak perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatannya dari tingginya aktivitas konsumsi selama perhelatan berlangsung.
