JATIMTIMES - Kota Malang mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,1 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat, mulai dari emas perhiasan, cabai rawit, beras hingga daging ayam ras, menjadi faktor utama yang mendorong laju inflasi lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat perkembangan harga barang dan jasa di Kota Malang masih mengalami tren kenaikan sepanjang Mei 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Mei 2026 mencapai 111,29 atau mengalami inflasi tahunan sebesar 3,1 persen dibandingkan Mei 2025 yang berada pada angka 107,94.
Baca Juga : Respons Putusan MK, PKS Jatim: Stok Kader Perempuan Melimpah dan Siap Tempur
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, mengatakan inflasi terjadi karena kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran yang menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari.
“Pada Mei 2026 Kota Malang mengalami inflasi year on year sebesar 3,1 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 111,29. Selain itu, inflasi month to month tercatat 0,18 persen dan inflasi year to date sebesar 1,22 persen,” kata Umar, Selasa (2/6/2026).
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan inflasi mencapai 13,38 persen. Disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,33 persen serta kelompok kesehatan sebesar 3,4 persen.
Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 2,63 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 2,57 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,99 persen. Kenaikan harga juga terjadi pada sektor pendidikan, transportasi, perumahan, hingga jasa keuangan.
“Inflasi tahunan terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada berbagai kelompok pengeluaran, terutama kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok makanan, minuman dan tembakau,” jelas Umar.
Dari sisi komoditas, sejumlah barang kebutuhan masyarakat tercatat memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan. Di antaranya emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, beras, minyak goreng, cabai merah, daging sapi, vitamin, serta produk tembakau seperti sigaret kretek mesin dan sigaret kretek tangan.
Khusus untuk inflasi bulanan (month to month), komoditas yang paling banyak menyumbang kenaikan harga pada Mei 2026 antara lain cabai merah, minyak goreng, telepon seluler, vitamin, pizza, solar, sawi hijau, bensin, bawang merah, dan cabai rawit.
Baca Juga : 10 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026, Ada Yang Masuk Peringkat Dunia
Menurut Umar, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi tahunan dengan andil mencapai 1,22 persen. Kemudian disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,87 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,22 persen.
“Komoditas seperti emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, beras, minyak goreng dan cabai merah menjadi beberapa komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi Kota Malang pada Mei 2026,” ungkapnya.
Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, inflasi Kota Malang pada Mei 2026 menunjukkan tren yang lebih tinggi. Pada Mei 2025, inflasi tahunan tercatat sebesar 1,36 persen, sedangkan pada Mei 2024 berada di angka 2,45 persen. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peningkatan tekanan harga pada sejumlah komoditas konsumsi masyarakat selama setahun terakhir.
Meski demikian, laju inflasi Kota Malang masih berada dalam rentang yang relatif terkendali. BPS berharap stabilitas pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok dapat terus terjaga agar tekanan harga tidak semakin meningkat pada bulan-bulan berikutnya.
