Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Pecah Cikal dan Pawai Budaya Buka Hari Jadi Ke-184 Tahun Desa Ngabab Pujon

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Yunan Helmy

01 - Jun - 2026, 21:37

Placeholder
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib saat menghadiri perayaan Hari Jadi Ke-184 Desa Ngabab di kawasan Balai Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Senin (1/6/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengapresiasi Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, yang saat ini telah memasuki usia ke-184 tahun.  Perayaan usia ke-184 tahun itu dibuka dengan acara adat Pecah Cikal dan pawai budaya. 

Lathifah menyampaikan, acara yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan kebangsaan dan semangat gotong royong warga Desa Ngabab.  

Baca Juga : MIN 2 Kota Malang Luncurkan SI IMAM, Sistem Digital untuk Tingkatkan Disiplin dan Transparansi GTK

Terlebih lagi, di acara peringatan Hari Jadi  Ke-184 tahun Desa Ngabab kali ini mengusung tema "Harmoni Nyawiji Hanggayuh Kapti". Tema tersebut bermakna keselarasan untuk bersatu dan rukun demi mencapai kejayaan serta kesejahteraan bersama.

"Saya sangat mengapresiasi atas usia desa yang telah mencapai 184 tahun. Ini sebagai bukti perjalanan panjang masyarakat dalam membangun desa yang harmonis dan berbudaya," ujar Lathifah, Senin (1/6/2026). 

Pihaknya juga mendorong agar acara adat Pecah Cikal yang merupakan ciri khas dari Desa Ngabqb dapat digelar secara terus menerus. Lathifah menekankan agar acara adat Pecah Cikal tidak berhenti di tahap seremonial belaka. 

"Saya menekankan bahwa tradisi Pecah Cikal bukan sekadar seremonial, melainkan warisan luhur yang mengandung nilai filosofis tentang syukur doa, dan keselamatan bagi masyarakat," tutur Lathifah. 

Pejabat perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini menyebut bahwa perayaan Hari Jadi Desa Ngabab ke-184 tahun ini menjadi ajang memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah atau umara dan seluruh lapisan masyarakat. 

"Menariknya, disebutkan bahwa hampir 100 persem warga Desa Ngabab merupakan pemeluk agama Islam dan 99,9 persen berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, baik secara kultural maupun struktural," imbuh Lathifah. 

Baca Juga : Pancasila di Persimpangan Zaman: Dari Dasar Negara Menuju Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

Lebih lanjut, pihaknya mengingatkan pentingnya sikap guyub atau gotong royong dan ketaatan kepada pemimpin selama berada di jalur syariat. Menurutnya, kebesaran agama Islam itu karena berjemaah, karena guyub dan kekuatannya ada pada seorang pemimpin.

"Selain pelestarian budaya, peringatan HUT ini juga menjadi momentum pembahasan ekonomi desa. Berdasarkan diskusi dengan ketua panitia, Pemerintah Kabupaten Malang berencana menghidupkan kembali potensi kopi arabika dan kakao di wilayah tersebut. Desa Ngabab bisa dijadikan salah satu pilot project untuk menghidupkan kembali kopi dan kakao di Kabupaten Malang," beber Lathifah. 

Sebagai informasi, seluruh rangkaian kegiatan seni dan budaya ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, terhitung sejak pembukaan pada 1 Juni hingga penutupan pada 8 Juni 2026. "Pihak Pemerintah Kabupaten Malang berharap kegiatan ini dapat mendorong sektor pariwisata daerah dengan menawarkan pengalaman otentik budaya lokal bagi para wisatawan," pungkas Lathifah. 


Topik

Peristiwa Desa Ngabab Pujon hari jadi hati jadi desa Kabupaten Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy