Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Olahraga

Persib Bandung Masuk Daftar Cekal FIFA, Manajemen Ungkap Penyebab Sebenarnya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

30 - May - 2026, 14:22

Placeholder
Ilustrasi logo Persib. (Foto Instagram)

JATIMTIMES - Persib Bandung resmi masuk dalam daftar larangan pendaftaran pemain atau FIFA Registration Ban List yang dirilis FIFA per Jumat, 29 Mei 2026. Akibat sanksi tersebut, Maung Bandung untuk sementara waktu tidak dapat mendaftarkan pemain baru hingga masalah yang menjadi dasar sanksi tersebut diselesaikan.

Masuknya Persib ke daftar cekal FIFA sempat memunculkan berbagai spekulasi. Pasalnya, FIFA tidak menyertakan penjelasan rinci terkait alasan pemberian sanksi tersebut. Dalam banyak kasus, larangan registrasi pemain biasanya berkaitan dengan sengketa kontrak atau kewajiban finansial yang belum dipenuhi klub terhadap pemain maupun pelatih.

Baca Juga : 20 Wilayah Terpanas di Indonesia, Jawa Timur Masuk Daftar?

Situasi ini tentu menjadi perhatian besar mengingat Persib baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara kompetisi domestik untuk ketiga kalinya secara beruntun. Selain itu, Persib juga bersiap menghadapi kompetisi musim depan serta tampil di AFC Champions League (ACL) 2 musim 2026/2027.

Jika sanksi tidak segera dicabut, Persib berpotensi mengalami kesulitan dalam memperkuat skuad. Terlebih, sejumlah pemain dikabarkan berpeluang meninggalkan klub, baik karena kontraknya berakhir maupun adanya tawaran dari tim lain.

Beberapa nama yang santer disebut berpotensi hengkang antara lain Federico Barba, Patricio Matricardi, Sergio Castel, hingga Robi Darwis.

Menanggapi munculnya berbagai spekulasi, manajemen Persib akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait sanksi FIFA tersebut.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa larangan registrasi pemain tersebut berasal dari satu kasus spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023.

Menurut Adhitia, persoalan tersebut tidak berkaitan dengan tunggakan gaji maupun hak-hak pemain yang tidak dibayarkan.

"Sebagai klub yang berkomitmen menjalankan tata kelola sepak bola yang baik, Persib senantiasa berupaya memenuhi seluruh kewajiban kontraktual serta menjalankan setiap proses sesuai regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujar Adhitia dalam keterangan resmi, Sabtu (30/5/2026).

Ia menegaskan bahwa Persib saat ini tengah menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut sekaligus menindaklanjuti seluruh proses administratif yang diperlukan.

"Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, kami akan melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA agar status tersebut dapat ditinjau dan dicabut sebagaimana ketentuan yang berlaku," katanya.

Meski tengah menghadapi sanksi FIFA, Adhitia memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub secara keseluruhan.

Ia menyebut seluruh aktivitas operasional, persiapan tim, hingga agenda strategis yang telah direncanakan tetap berjalan sesuai target.

Baca Juga : Animo PPDBM di MAN Kota Batu Meningkat, 490 Calon Siswa Resmi Diterima Lewat Tiga Jalur

Menurutnya, sengketa administratif dan kontraktual merupakan hal yang cukup umum terjadi dalam dunia sepak bola profesional. Yang terpenting adalah adanya itikad baik dan tanggung jawab dari pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara profesional.

Persib juga memilih bersikap terbuka kepada publik agar tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan suporter maupun masyarakat luas.

"Kami memahami besarnya perhatian dan kecintaan bobotoh terhadap klub ini. Karena itu, kami merasa penting untuk memberikan penjelasan yang utuh agar seluruh pihak memperoleh konteks yang tepat mengenai situasi yang sedang berlangsung," tutur Adhitia.

Riwayat Sengketa Persib di FIFA dan CAS

Sebelum kasus yang melibatkan Daisuke Sato mencuat, Persib juga pernah berhadapan dengan mantan pelatihnya, Luis Milla, di tingkat internasional.

Perselisihan tersebut bermula setelah Luis Milla mengundurkan diri dari kursi pelatih Persib pada awal musim 2023/2024. Manajemen Persib kemudian mengajukan gugatan ke Court of Arbitration for Sport (CAS) karena menilai terdapat unsur pelanggaran kontrak dalam keputusan pengunduran diri tersebut.

Namun, dalam putusan yang dikeluarkan pada 20 Desember 2024, CAS menolak banding yang diajukan Persib terhadap keputusan FIFA sebelumnya.

CAS menyatakan Luis Milla tidak melanggar kontrak kerja dan memerintahkan Persib membayar sisa remunerasi yang belum diterima sang pelatih sebesar 18.064,51 euro atau sekitar Rp300 juta, ditambah bunga 5 persen per tahun sejak Agustus 2023 hingga pembayaran dilakukan.

Selain kasus Luis Milla, Persib juga sempat bersengketa dengan Daisuke Sato setelah kontrak pemain asal Filipina tersebut berakhir lebih cepat pada pertengahan musim 2023/2024. Sengketa itu kemudian dibawa ke FIFA dan menghasilkan kewajiban finansial yang harus dipenuhi Persib.

Meski demikian, manajemen Persib menegaskan bahwa mereka sedang menuntaskan seluruh proses yang diperlukan agar sanksi FIFA dapat segera dicabut dan klub kembali dapat melakukan aktivitas transfer secara normal.


Topik

Olahraga Persib Bandung Daftar Cekal FIFA FIFA Manajemen Persib Persib



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni