JATIMTIMES - Menata rumah ternyata bukan hanya soal estetika, tetapi juga kenyamanan dan suasana yang tercipta di dalamnya. Dalam ilmu feng shui, ada beberapa area rumah yang dipercaya memiliki pengaruh terhadap aliran energi, keharmonisan, hingga keberuntungan penghuni rumah.
Karena itu, sejumlah sudut rumah disarankan tidak dipenuhi barang menumpuk agar rumah terasa lebih lega, nyaman, dan memiliki sirkulasi energi yang baik. Selain alasan feng shui, ruangan yang terlalu penuh memang sering membuat rumah terasa sempit dan kurang menenangkan.
Baca Juga : Ramalan Keuangan Zodiak Hari Ini, 22 Mei 2026: Libra hingga Pisces Diprediksi Dapat Rezeki Tak Terduga
Dilansir dari Archifynow serta berbagai referensi feng shui modern, berikut lima sudut rumah yang sebaiknya tidak dipenuhi barang.
1. Sudut Tenggara Rumah
Dalam feng shui, area tenggara rumah identik dengan energi kekayaan, pertumbuhan finansial, dan kelimpahan rezeki. Karena itu, sudut ini dianjurkan tetap bersih dan tidak dipenuhi barang yang sudah lama tidak digunakan.
Tumpukan kardus, furnitur besar, atau barang yang menyesaki area tenggara dipercaya dapat menghambat aliran energi keberuntungan. Beberapa praktisi feng shui, termasuk yang dibahas dalam karya Lillian Too, juga meyakini area ini berkaitan dengan peluang usaha dan kestabilan pemasukan.
Agar terasa lebih ringan, area tenggara biasanya disarankan memiliki ruang yang cukup terbuka dan rapi.
2. Sudut Barat Daya Rumah
Sudut barat daya sering dikaitkan dengan hubungan, keharmonisan keluarga, dan kestabilan emosional penghuni rumah. Dalam feng shui, area ini dipercaya mewakili energi cinta dan koneksi antarpenghuni rumah.
Jika area tersebut terlalu penuh atau terasa sesak, beberapa praktisi feng shui percaya suasana rumah bisa menjadi kurang nyaman. Komunikasi antaranggota keluarga juga disebut lebih mudah terasa tegang.
Karena itu, sudut barat daya biasanya dianjurkan memiliki suasana hangat dan tenang. Rak yang terlalu penuh, barang menumpuk, atau dekorasi berlebihan sebaiknya dihindari agar ruangan terasa lebih rileks.
3. Area Pintu Masuk Rumah
Pintu masuk dianggap sebagai jalur utama keluar masuknya energi dalam feng shui. Maka dari itu, area ini menjadi salah satu bagian rumah yang penting untuk dijaga tetap rapi.
Tumpukan sepatu, kardus, gantungan penuh barang, atau furnitur besar di dekat pintu dipercaya dapat menghambat aliran energi positif. Selain menurut feng shui, kondisi pintu masuk yang terlalu penuh juga membuat rumah terasa sumpek dan kurang nyaman dilihat.
Praktisi feng shui modern yang dibahas dalam Architectural Digest dan The Spruce juga menyebut area foyer yang bersih dapat menciptakan kesan rumah yang lebih lega dan welcoming sejak pertama kali masuk.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Jumat Wage 22 Mei 2026: Hari Rahayu
4. Area Bawah Tangga
Bagian bawah tangga memang sering dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan tambahan. Namun dalam feng shui, area ini sebaiknya tidak dipenuhi terlalu banyak barang, terutama barang berat atau yang sudah lama tidak digunakan.
Tangga dipercaya menjadi jalur perpindahan energi antar lantai. Jika bagian bawahnya terlalu sesak, energi di rumah dianggap menjadi tertahan sehingga suasana rumah terasa berat.
Selain itu, area bawah tangga yang gelap dan lembap juga membuat rumah terasa lebih sempit. Banyak desainer interior menyarankan penggunaan kabinet tertutup agar area penyimpanan tetap terlihat rapi dan nyaman dipandang.
5. Sudut Kamar Tidur
Kamar tidur dalam feng shui dianggap sebagai tempat beristirahat dan memulihkan energi. Karena itu, sudut kamar yang dipenuhi barang dipercaya bisa membuat pikiran terasa lebih penuh dan sulit rileks.
Tumpukan pakaian, kardus, perlengkapan kerja, atau dekorasi yang terlalu ramai disebut dapat memengaruhi kualitas istirahat. Secara psikologis pun, ruangan yang terlalu penuh memang sering membuat seseorang lebih mudah stres.
Feng shui biasanya menyarankan kamar tidur ditata lebih sederhana dengan furnitur seperlunya saja. Sudut ruangan yang tetap lega juga membuat kamar terasa lebih nyaman dan menenangkan.
Meski feng shui bukan aturan mutlak, menjaga rumah tetap rapi dan tidak terlalu penuh memang dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman untuk ditinggali. Selain enak dipandang, rumah yang tertata juga membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih ringan dan menyenangkan.
