Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Konsep Takut ala Wisudawan Terbaik STIE Malangkucecwara: Bukan Penghalang tapi Pengingat Mimpi Besar

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

08 - May - 2026, 14:10

Placeholder
Arsyelia Gantari, mahasiswa lulusan terbaik 1 pada wisuda semester gasal STIE Malangkucecwara dari Prodi Manajemen (ist)

JATIMTIMES - Rasa takut yang sering dipendam para lulusan perguruan tinggi justru diangkat secara terbuka oleh wisudawan terbaik Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara, Arsyelia Gantari, dalam pidato wisudanya belum lama ini.

 Di tengah suasana bahagia kelulusan, Arsyelia memilih berbicara jujur tentang kecemasan menghadapi dunia setelah kampus.

Baca Juga : 10 Universitas Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics, UI hingga ITS Masuk Daftar Kampus Unggulan

Menurutnya, wisuda bukan hanya tentang toga, ijazah, dan perayaan kelulusan, tetapi juga tentang ketidakpastian yang mulai terasa nyata. Ia mengaku dirinya takut menghadapi babak baru kehidupan yang penuh tanda tanya.

“Wisudawan dan wisudawati yang saya sayangi, hari ini kita menyadari bahwa babak baru dalam kehidupan kita akan segera dimulai. Jujur, saya merasa takut. Mungkin sebagian dari rekan-rekan juga merasakan hal yang sama atau bahkan sudah memikirkan banyak hal tentang apa yang akan kita hadapi di masa depan,” ujar peraih IPK 3,94 itu.

Pernyataan itu langsung menggambarkan keresahan banyak lulusan yang mulai dibayangi pertanyaan tentang pekerjaan, masa depan, dan kesiapan menghadapi kerasnya dunia nyata. 

Arsyelia menyebut rasa takut tersebut muncul karena banyak hal yang belum pasti.

“Ada banyak pertanyaan yang mungkin muncul dalam pikiran kita tentang pekerjaan, tentang masa depan, dan tentang apakah kita sudah cukup siap untuk ke masa depan,” kata mahasiswa yang sukses lulus dalam waktu 3,5 tahun ini. 

Namun alih-alih menjadikan rasa takut sebagai alasan untuk berhenti, Arsyelia justru memandang ketakutan sebagai tanda bahwa seseorang sedang menuju sesuatu yang besar. 

Ia mengutip pernyataan jurnalis senior Najwa Shihab yang menurutnya sangat relevan dengan kehidupan para fresh graduate.

“Namun saya pernah mendengar sebuah kalimat dari Najwa Shihab bahwa takut itu perlu, artinya mimpi kita itu besar,” ungkapnya.

Bagi Arsyelia, kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa rasa takut bukan sesuatu yang harus disembunyikan atau dihindari. Ketakutan justru menjadi bukti bahwa seseorang sedang melangkah menuju fase hidup yang lebih besar dan penuh tantangan.

“Kalimat itu mengingatkan saya bahwa rasa takut itu bukan untuk dihindari. Rasa takut itu justru menyadarkan kita bahwa kita sedang menuju ke sesuatu yang lebih berarti,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh wisudawan untuk tetap berjalan meski masa depan belum terlihat jelas. Menurutnya, setiap orang berhak merasa takut, tetapi tidak boleh berhenti hanya karena rasa cemas terhadap ketidakpastian.

“Dan hari ini, saya... kita memilih untuk percaya bahwa rasa takut itu bukan untuk menghentikan langkah kita, tetapi untuk mengingatkan bahwa kita sedang menuju ke sesuatu yang lebih besar,” katanya.

Arsyelia menilai keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keberanian justru hadir ketika seseorang tetap melangkah meski dihantui kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi di depan.

“Mari kita melangkah ke depan dengan penuh keberanian. Enggak apa-apa jika jalannya belum jelas, dan enggak apa-apa banget kalau kita misal masih mencari arah. Selama kita terus melangkah, kita akan menemukan jalan kita masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga : Gerakan Indonesia ASRI Pemkot Blitar Menyasar KKMP, Wali Kota Mas Ibin: Pohonnya Subur, Masyarakatnya Makmur

Dalam pidatonya, Arsyelia juga mengenang bagaimana masa kuliah di STIE Malangkucecwara dipenuhi tekanan, disiplin, dan tugas yang menumpuk. Ia bahkan berseloroh bahwa para mahasiswa dulu sempat merasa takut menghadapi ketegasan dosen.

“Ya walaupun kadang saat kuliah kami merasa... maaf ya Bapak Ibu, sangat disiplin, belum ya nyerempet galak dikit. Belum lagi tugasnya menumpuk,” katanya sambil tersenyum.

Namun kini, setelah sebagian mahasiswa mulai masuk dunia kerja, ia menyadari semua proses berat tersebut ternyata menjadi latihan mental yang penting. Tekanan selama kuliah membuat mahasiswa belajar tentang konsistensi, tanggung jawab, dan cara menghadapi persoalan hidup.

“Namun sekarang, ketika sebagian dari kami sudah masuk ke dunia kerja, kami mengerti. Itu semua bukan tanpa alasan. Dari situ kami belajar apa arti konsistensi, tanggung jawab, dan bagaimana menghadapi permasalahan yang terjadi,” ujarnya.

Menurut Arsyelia, pengalaman yang dulu terasa melelahkan kini justru menjadi bekal penting menghadapi kehidupan setelah lulus. Ia menilai proses panjang selama kuliah perlahan membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih kuat.

“Hal-hal yang dulu terasa berat, sekarang ternyata menjadi bekal yang sangat berarti bagi kami,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa perjalanan mahasiswa memang dipenuhi berbagai fase, mulai dari menyenangkan, menegangkan, hingga melelahkan. Namun semua itu merupakan bagian dari proses pembentukan diri.

“Namun di balik semua cerita itu, yang kadang menyenangkan, kadang menegangkan, atau kadang capeknya tuh masih kerasa kalau diceritain. Tapi kami, kami semua menyadari bahwa itu adalah proses yang sedang membentuk kita untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan siap untuk menghadapi dunia di luar sana,” katanya.

Terkahir Arsyelia menegaskan, bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru yang lebih besar. Meski rasa takut masih ada, ia percaya setiap lulusan akan menemukan jalannya masing-masing selama terus bergerak maju.

“Karena hari ini bukanlah akhir dari perjalanan. Hari ini adalah awal dari langkah kita yang lebih besar,” pungkasnya.

 


Topik

Pendidikan stie Malangkucecwara abm arsyelia gantari mahasiswa stie malangkucecwara wisuda



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan