Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Harga LPG Nonsubsidi Naik Ikuti BBM, Beban Energi Masyarakat Kian Berat

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

19 - Apr - 2026, 18:34

Placeholder
Ilustrasi Gas LPG. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kenaikan harga energi kembali dirasakan masyarakat. Setelah bahan bakar minyak (BBM) mengalami penyesuaian, kini giliran gas LPG nonsubsidi yang ikut meroket. Kondisi ini membuat pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha semakin tertekan di tengah tren kenaikan energi global.

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi untuk beberapa ukuran tabung. Harga LPG 12 kg kini dibanderol Rp 228.000 per tabung, naik dari sebelumnya Rp 192.000. Artinya, terjadi lonjakan sekitar 18,75 persen.

Baca Juga : Tujuh Pejabat Luar Daerah Login Seleksi Terbuka Sekda Kota Batu

Kebijakan ini mulai berlaku sejak 18 April 2026 dan menjadi penyesuaian pertama sejak 2023. Harga tersebut berlaku di berbagai wilayah seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat. Sementara di daerah lain, harga bisa berbeda tergantung biaya distribusi masing-masing wilayah.

Tak hanya ukuran 12 kg, LPG nonsubsidi 5,5 kg juga ikut naik. Harga yang sebelumnya Rp 90.000 kini menjadi Rp 107.000 per tabung, atau meningkat sekitar 18,89 persen di wilayah yang sama.

Jika melihat ke belakang, penyesuaian harga terakhir terjadi pada November 2023, ketika harga LPG justru diturunkan menjadi Rp 192.000 per tabung. Saat itu, kebijakan diambil setelah evaluasi terhadap Contract Price Aramco (CPA) dan nilai tukar rupiah.

Namun, situasi saat ini berbeda. Kenaikan harga energi global menjadi faktor utama di balik lonjakan tersebut. Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, sebelumnya menyebut bahwa harga LPG sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia.

Data menunjukkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2026 mencapai 102,26 dolar AS per barel. Angka ini melonjak sekitar 33,47 dolar AS dibandingkan Februari.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa lonjakan harga dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik global. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.

Salah satu dampaknya terlihat pada terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global. Selain itu, serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah semakin memperburuk kondisi suplai.

Baca Juga : Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia, Dampak Pembatasan di Selat Hormuz

Di sisi lain, harga BBM nonsubsidi juga mengalami kenaikan. Pertamax Turbo kini naik menjadi Rp 19.400 per liter dari sebelumnya Rp 13.100. Dexlite meningkat menjadi Rp 23.600 per liter dari Rp 14.200, sedangkan Pertamina Dex naik menjadi Rp 23.900 per liter dari Rp 14.500.

Meski demikian, beberapa jenis BBM masih belum mengalami perubahan harga. Pertamax (RON 92) tetap di Rp 12.300 per liter, Pertamax Green Rp 12.900, Pertalite Rp 10.000, dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Pertamina menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM mengikuti formula harga dasar yang diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Dengan kenaikan harga LPG dan BBM nonsubsidi secara bersamaan, tekanan biaya energi kini semakin terasa. Tidak hanya berdampak pada pengeluaran rumah tangga, kondisi ini juga berpotensi meningkatkan biaya operasional bagi pelaku usaha di berbagai sektor.


Topik

Ekonomi laode suleman lpg nonsubsidi harga bbm harga lpg nonsubsidi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya