Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Menikah Tanpa Terikat Mitos Waktu: Perspektif Islam tentang Bulan Baik dan Larangan yang Tak Berdasar

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

01 - Apr - 2026, 08:49

Placeholder
Ilustrasi pasangan yang melangsungkan pernikahan pada bulan tertentu. (ist)

JATIMTIMES - Tidak sedikit masyarakat yang masih memercayai adanya bulan “baik” atau “kurang baik” untuk menikah. Padahal dalam ajaran Islam, tidak ada larangan ataupun pengkhususan mutlak terkait waktu pernikahan. Yang ditekankan justru kesiapan dan kesesuaian dengan syariat, bukan mitos yang berkembang di tengah masyarakat.

Islam bahkan mendorong umatnya untuk tidak menunda pernikahan tanpa alasan yang dibenarkan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas pemberian-Nya, Maha Mengetahui.” (QS An-Nur: 32). Ayat ini menegaskan bahwa kekhawatiran soal rezeki tidak seharusnya menjadi penghalang.

Baca Juga : Evaluasi BUMD Jatim Dikebut, Agung Mulyono: Kita Matangkan Rekomendasi biar Tidak Salah Arah

Meski demikian, terdapat beberapa waktu yang dianjurkan berdasarkan teladan Rasulullah. Salah satunya adalah bulan Syawal. Dalam riwayat dari Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Rasulullah menikahinya dan menjalani kehidupan rumah tangga pada bulan tersebut. Ia bahkan menyukai jika pernikahan dilangsungkan di bulan Syawal. Riwayat ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan An-Nasa’i.

Menurut penjelasan Ibnu Katsir, pernikahan Rasulullah di bulan Syawal juga menjadi bentuk koreksi terhadap keyakinan keliru masyarakat Jahiliyah yang menganggap menikah di antara dua hari raya dapat membawa kesialan atau perceraian. Pandangan tersebut ditepis secara langsung melalui praktik Nabi.

Selain Syawal, bulan Ramadan juga termasuk waktu yang dianjurkan. Namun dalam praktiknya, sebagian umat memilih menghindari akad atau kehidupan awal pernikahan di bulan ini karena khawatir tidak dapat menjaga ibadah puasa dengan optimal. Kekhawatiran tersebut lebih bersifat pertimbangan praktis, bukan larangan agama.

Adapun untuk hari pelaksanaan akad nikah, Jumat kerap dianggap lebih utama. Hal ini merujuk pada hadis Nabi: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka.” Hadis ini memberi isyarat bahwa waktu yang baik, termasuk hari Jumat yang istimewa, dapat menjadi pilihan untuk memulai pernikahan dengan harapan keberkahan.

Di sisi lain, anggapan negatif terhadap bulan Safar juga tidak memiliki dasar dalam Islam. Keyakinan bahwa menikah di bulan tersebut membawa musibah merupakan sisa tradisi Jahiliyah yang tidak sejalan dengan ajaran Islam. Umat diperbolehkan melangsungkan pernikahan kapan saja selama tidak melanggar ketentuan syariat.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 1 April 2026: Libra hingga Pisces, Awal Siklus Baru Bawa Peluang Besar

Sementara itu, bulan Dzulhijjah juga dinilai sebagai waktu yang baik. Selain bertepatan dengan momen Idul Adha, bulan ini termasuk dalam kategori bulan haram yang dimuliakan. Rentang waktu di sekitar Dzulhijjah, termasuk Dzulqa’dah dan Muharram, sering dipandang sebagai periode yang penuh nilai kebaikan sehingga cocok untuk memulai ikatan suci pernikahan.

Al-Qur’an juga mengingatkan praktik manipulasi waktu yang dilakukan pada masa lalu: “Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran” (QS At-Taubah: 37). Ayat ini menjadi pengingat bahwa mengubah-ubah ketentuan waktu demi kepentingan tertentu bukanlah ajaran yang dibenarkan.

Dengan demikian, Islam tidak membatasi pernikahan pada bulan tertentu. Justru yang lebih utama adalah kesiapan, niat baik, serta menjalankan pernikahan sesuai tuntunan agama. Keyakinan terhadap bulan sial atau membawa celaka tidak memiliki landasan dalam syariat, sehingga sepatutnya ditinggalkan. Wallahu a’lam.


Topik

Agama Pernikahan mitos waktu pernikahan hari baik menikah kajian Islam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy