Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal: Lengkap Arab, Latin, dan Tata Caranya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

25 - Mar - 2026, 07:06

Placeholder
Ilustrasi berbuka puasa. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Setelah Ramadan 1447 H berlalu, sebagian umat Islam masih memiliki kewajiban mengganti puasa yang ditinggalkan. Momen bulan Syawal pun kerap dimanfaatkan untuk menunaikan puasa qadha tersebut.

Puasa qadha Ramadan hukumnya wajib bagi mereka yang tidak berpuasa karena uzur syar’i, seperti sakit, perjalanan, atau kondisi tertentu lainnya. Kewajiban ini ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Rabu Legi 25 Maret 2026: Awas Mudah Tersulut Emosi

Bagi yang ingin mengganti puasa, berikut bacaan niat yang bisa diamalkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaai fardhi ramadhaana lillahi ta'aalaa.

Artinya:
"Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala."

Adapun pelaksanaan puasa qadha pada dasarnya sama seperti puasa Ramadan. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

1. Niat Dilakukan Sebelum Subuh

Niat puasa qadha dilakukan pada malam hari, mulai setelah magrib hingga sebelum azan subuh.

2. Boleh Ditunda

Puasa qadha tidak harus langsung dilakukan setelah Ramadan. Hal ini merujuk pada hadis Aisyah RA:
"Saya mempunyai kewajiban puasa bulan Ramadan yang tidak bisa saya mengqadhanya, kecuali di bulan Syakban." (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Tidak Harus Berurutan

Puasa qadha boleh dilakukan terpisah, tidak wajib berurutan. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW:

قَضَاءُ رَمَضَانَ إنْ شَاءَ فَرَّقَ وَإنْ شَاءَ تَابَعَ

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Artinya:
"Qadha' (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan." (HR. Daruquthni).

4. Lebih Afdal Disegerakan

Meski boleh ditunda, akan lebih baik jika utang puasa segera dilunasi sejak bulan Syawal hingga sebelum Ramadan berikutnya.

5. Ada Sanksi Jika Lalai

Jika sengaja menunda hingga masuk Ramadan berikutnya tanpa alasan, maka wajib mengqadha sekaligus membayar fidyah.

6. Jika Meninggal Dunia

Jika seseorang meninggal sebelum mengganti puasanya, terdapat perbedaan pendapat ulama. Ada yang mewajibkan fidyah, ada juga yang membolehkan diganti oleh keluarga.

Demikian niat dan tata cara puasa qadha Ramadhan di bulan Syawal. Semoga panduan ini bisa membantu menyempurnakan ibadah setelah Ramadan.


Topik

Agama Ramadan ganti puasa puasa qadha



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya