JATIMTIMES - Hari Raya Idulfitri tidak hanya dirayakan dengan salat Id dan berkumpul bersama keluarga. Di berbagai negara, umat Muslim juga memiliki tradisi khas yang membuat perayaan Lebaran terasa semakin meriah dan penuh makna.
Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan. Mulai dari permainan tradisional, festival makanan manis, hingga kegiatan budaya, semuanya menjadi bagian dari kekayaan tradisi umat Muslim di dunia.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 20 Maret 2026: Aries Penuh Keberanian, Taurus Diminta Fokus Prioritas
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa tradisi unik perayaan Lebaran di berbagai negara.
1. Adu Pecah Telur Rebus di Afganistan
Salah satu tradisi menarik saat Lebaran di Afganistan adalah permainan adu telur rebus. Dalam tradisi ini, masyarakat Muslim berkumpul di taman atau tempat terbuka untuk mengikuti permainan sederhana namun seru.
Setiap peserta membawa telur rebus, kemudian saling mengadu telur untuk melihat mana yang paling kuat. Telur yang tidak pecah dianggap sebagai pemenang. Tradisi ini biasanya dilakukan sambil bersilaturahmi dan merayakan suasana Lebaran bersama keluarga serta teman.
2. Festival Gula di Turki
Di Turki, Lebaran juga dikenal dengan sebutan Seker Bayram atau Festival Gula. Nama tersebut muncul karena masyarakat Turki memiliki kebiasaan membagikan berbagai jenis permen dan manisan kepada keluarga, tetangga, serta anak-anak.
Setelah saling bersalaman, warga biasanya mengunjungi rumah kerabat sambil membawa hidangan manis. Selain itu, banyak orang juga mengenakan pakaian khusus Lebaran yang disebut Bayramlik sebagai simbol kebahagiaan dan perayaan.
3. Pertunjukan Seni di Arab Saudi
Perayaan Lebaran di Arab Saudi sering diisi dengan berbagai kegiatan hiburan dan budaya. Masyarakat biasanya menghadiri pertunjukan seni yang digelar di berbagai tempat.
Acara tersebut bisa berupa pembacaan puisi, parade musik, hingga pertunjukan tari tradisional. Tradisi ini menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat setelah menjalani bulan Ramadan.
4. Ziarah Makam Leluhur di China
Komunitas Muslim di China memiliki tradisi Lebaran yang cukup berbeda, yaitu mengunjungi makam para leluhur. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pendahulu mereka.
Baca Juga : Polres Magetan Tancap Gas! Gelar Rakor dan Siagakan Pos Pantau Mudik Lebaran 2026
Banyak di antara makam yang diziarahi merupakan tempat peristirahatan umat Muslim yang gugur pada masa Dinasti Qing hingga periode Revolusi Kebudayaan. Selain berziarah, masyarakat juga mengenakan pakaian khas saat Lebaran, seperti jas dan kopiah putih bagi pria, serta busana hangat dengan kerudung bagi perempuan.
5. Pekan Raya Multikultural di Australia
Meski umat Muslim merupakan kelompok minoritas di Australia, perayaan Lebaran tetap berlangsung meriah. Salah satu tradisi yang sering digelar adalah Pekan Raya Multikultural.
Dalam acara ini, ratusan kios makanan dan produk budaya dari berbagai negara hadir meramaikan perayaan. Pemerintah setempat bahkan memberikan akses penggunaan jalan umum bagi umat Muslim untuk melaksanakan salat Idulfitri secara berjamaah.
6. Chand Raat di India
Di India, ada tradisi yang dikenal dengan nama Chand Raat, yang berarti “malam bulan”. Tradisi ini dilakukan pada malam terakhir Ramadan saat hilal telah terlihat sebagai tanda datangnya Idulfitri.
Pada malam tersebut, perempuan Muslim biasanya menghiasi tangan mereka dengan henna atau mehndi dengan berbagai motif cantik. Selain itu, keluarga juga saling bertukar makanan manis dan menikmati hidangan khas Lebaran seperti Sheer Kurma dan Servai sebagai penutup.
Beragam tradisi Lebaran di berbagai negara menunjukkan bahwa meski memiliki budaya yang berbeda, umat Muslim di seluruh dunia tetap merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Tradisi-tradisi tersebut menjadi warna tersendiri yang memperkaya perayaan hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.
