JATIMTIMES - Layanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang dikeluhkan oleh sebagian masyarakat Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen. Hal itu lantaran air yang tersambung ke rumah sempat keruh.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Jumat (6/3/2026) pukul 17.00 WIB. Air yang tersalur ke rumah diketahui dalam kondisi yang keruh.
Baca Juga : Tiga Bulan Banjir Bengawan Njeroh Lamongan, Antara Tradisi Tahunan atau Ketidakseriusan Pemerintah
Hal itu salah satunya diakui oleh warga RW 8 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen, AP. Ia mengaku bahwa hal tersebut tentunya sangat tidak diharapkan.
"Iya tentu kami semua tidak berharap ada air keruh. Kami kan juga membayar (tarif) nya tetap," ujarnya kepada JatimTIMES, Sabtu (7/3/2026).
Menurut AP, hal tersebut sudah pernah beberapa kali terjadi. Namun ia mengaku tak dapat berbuat banyak selain saling menguatkan bersama tetangga lainnya.
"Ya kita hanya bisa menunggu, karena yang mengalami juga satu kampung. Ya sambat-sambatan (saling mengeluh) antar warga saja," ungkap AP pasrah.
Kendati demikian, dirinya masih berbesar hati untuk dapat bersikap maklum kepada Perumda Tugu Tirta Kota Malang atas insiden yang terjadi.
Apalagi, saat air keruh keluar dari saluran di rumahnya, ia juga mendapat informasi adanya perbaikan pipa di sekitar Jalan Ijen.
"Kabarnya kan ada pipa yang rusak dan sedang diperbaiki di Ijen. Mungkin karena itu ya, jadi kami hanya bisa maklum," jelasnya.
Menurut dia, kerusakan yang terjadi juga bukan kehendak semua pihak, termasuk dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang. "Tentu kerusakannya tidak diinginkan ya, apalagi juga juga bukan kuasanya manusia," imbuhnya.
Baca Juga : 145 Gempa Guncang Jatim Dalam Sepekan
Selain itu, menurut dia,selama ini Perumda Tugu Tirta Kota Malang cukup kooperatif dan responsif jika mendapati adanya aduan mengenai gangguan layanan.
"Biasanya, kalau ada air mati atau air keruh, itu ada mobil tangki air bersih dari PDAM (Perumda Tugu Tirta). Itu dulu terjadi beberapa kali (gangguan), ini sudah lama lancar baru kemarin ada gangguan lagi," pungkas AP.
Sementara itu, Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang Priyo Sudibyo membenarkan adanya insiden tersebut. Namun ia memastikan bahwa hal tersebut tak berlangsung lama.
"Karena habis normalisasi tapi maksimal (hanya) setengah jam. Setelahnya sudah kembali seperti semula," jelasnya.
Menurut Priyo, hal tersebut dianggap normal setelah dilakukan normalisasi usai adanya perbaikan. "Pipa yang sebelumnya kosong karena dimatikan alirannya untuk perbaikan pasti pertama aliran nyala sisa-sisa lumpur akan ikut terbawa," ucapnya.
