JATIMTIMES – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghentikan sementara operasional penyeberangan di lintasan Jawa–Bali dan Lombok mulai 18 hingga 20 Maret 2026 dalam rangka Hari Raya Nyepi. Penyesuaian ini berlaku di sejumlah pelabuhan utama, yakni Ketapang, Gilimanuk, Lembar, dan Padangbai.
Operasional penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dihentikan mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB. Di Pelabuhan Gilimanuk, penghentian berlaku pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA.
Sementara itu, di Pelabuhan Lembar operasional dihentikan pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA, dan di Pelabuhan Padangbai pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.
Penghentian sementara ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Bali. Namun kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari pengaturan transportasi nasional, mengingat momentum Nyepi tahun ini berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan memicu lonjakan mobilitas masyarakat.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas untuk periode 13 hingga 29 Maret guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan.
Pengaturan tersebut meliputi optimalisasi Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang–Gilimanuk, serta pengoperasian rute alternatif Pelabuhan Tanjung Wangi–Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Jangkar–Pelabuhan Lembar.
“Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,” ujar Aan, Rabu (4/3/2026).
Selain pengalihan rute, pemerintah juga menerapkan delaying system melalui buffer zone di jalur tol maupun non-tol serta pengaturan geofencing dengan radius 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Skema ini dirancang untuk mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan saat layanan dihentikan sementara.
Secara nasional, mobilitas Angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan. Khusus lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diperkirakan tumbuh sekitar 10 persen dan kendaraan meningkat 9,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa juga diproyeksikan meningkat, dengan pertumbuhan 9,5 persen pada penumpang dan 8,7 persen pada kendaraan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan kesiapan perusahaan dalam menghadapi periode trafik tinggi.
“Kami berkomitmen untuk selalu menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama. Berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Heru.
Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Jasamarga Kebut Perbaikan Tol Surabaya-Mojokerto
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, ASDP terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan intensitas tinggi masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Pada periode Maret hingga April juga diperkirakan terjadi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.
Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat. Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi ditingkatkan dari 28 menjadi 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan saat arus kembali normal pasca-Nyepi.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyebut dukungan personel turut diperkuat dengan menyiagakan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk, termasuk di buffer zone serta titik krusial lainnya.
Windy juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang sudah dapat dipesan sejak H-60 sebelum keberangkatan.
“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,” ujarnya.
