Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Bolehkah Menyertakan Niat Puasa Lain di Bulan Ramadan?

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

08 - Mar - 2025, 05:34

Placeholder
Ilustrasi puasa Ramadan. (Foto Pixabay)

JATIMTIMES - Pelaksanaan puasa di bulan Ramadan tidak bisa dilepaskan dari adanya niat. Tanpa niat, puasa fardu tidak sah dijalankan dalam pandangan mazhab Syafi'i.

Beberapa ibadah memungkinkan untuk menggabungkan niat. Misalnya, niat puasa sunah digabung dengan puasa qadha atau salat sunah ba'diyah digabung dengan salat tahiyatul masjid.

Baca Juga : Warga Tarawih, Maling Beraksi Gondol Sepeda Motor

Namun penggabungan niat ini tidak berlaku pada puasa Ramadan. Sebab, puasa Ramadan tidak bisa digabungkan dengan puasa sunah lainnya. 

Hukum Menggabungkan Niat Puasa Lain ke Puasa Ramadan

Mengutip laman NU Online, berikut penjelasan para ulama mengenai hukum menggabungkan niat puasa lain ke puasa Ramadan. 

Imam Nawawi dalam kitabnya al-Majmu’, Syarah al-Muhadzab menjelaskan, pada bulan Ramadan tidak sah melakukan puasa apa pun kecuali hanya untuk puasa Ramadan.

قال الشافعي والاصحاب رحمهم الله تعالي يتعين رمضان لصوم رمضان فلا يصح فيه غيره فلو نوى فيه الحاضر أو المسافر أو المريض صوم كفارة أو نذر أو قضاء أو تطوع أو اطلق نية الصوم لم تصح نيته ولا يصح صومه لا عما نواه ولا عن رمضان هكذا نص عليه وقطع به الاصحاب في الطرق الا امام الحرمين فقال لو أصبح في يوم من رمضان غير ناو فنوى التطوع قبل الزوال قال الجماهير لا يصح وقال أبو إسحاق المروزى يصح قال الامام فعلى قياسه يجوز للمسافر التطوع به والمذهب ما سبق

Artinya: “Menurut Asy-Syafi’i dan murid-muridnya rahimahumullah mengatakan, bulan Ramadan hanya boleh untuk puasa Ramadan. Pada bulan ini tidak diperkenankan puasa selainnya. Baik itu bagi orang yang sedang di rumah atau dalam bepergian, orang sakit, orang yang mempunyai tanggungan puasa kafarat, nazar, qadha, puasa sunnah, atau puasa mutlak. Semuanya tidak sah. Baik puasa yang ia kehendaki maupun puasa Ramadannya itu sendiri justru juga tidak sah. Demikian redaksi tekstualnya sebagaimana yang diyakini oleh para murid Imam Syafi’i dari beberapa riwayat kecuali Imam al-Haramain.

 Imam al-Haramain menjelaskan, apabila ada orang sudah memasuki waktu Subuh pada salah satu hari Ramadan sedang ia belum niat, kemudian dia niat melakukan puasa sunah (di pagi bulan Ramadan itu), menurut mayoritas ulama, tidak sah. 

Sedangkan menurut Abu Ishaq al-Marwazi, puasa sunahnya sah. Namun menurut al-Imam, hal ini dianalogikan adalah bagi orang yang sedang bepergian boleh melakukan puasa sunah. Meskipun begitu, yang sesuai dengan kaidah mazhab adalah pendapat yang pertama tadi, yaitu tidak sah. (Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, halaman 315-316).

Jadi, jika puasa dilakukan pada bulan selain Ramadan, orang bisa melakukan puasa qadha, kafarat, nazar atau yang lainnya seraya digabung dengan puasa sunah. Namun khusus untuk bulan Ramadan ini, tidak boleh niat puasa apa pun selain puasa Ramadan.

Kenapa puasa selain Ramadan itu sendiri tidak sah begitu? Imam Nawawi, masih dalam kitab yang sama mengatakan:

لان الزمان مستحق لصوم رمضان فلا يصح فيه غيره

Baca Juga : Persema Malang Gelar Latihan Unik Saat Ramadan

Artinya: Karena bulan itu hanya miliknya Ramadan, maka tidak sah puasa apapun selain Ramadan itu sendiri. (Ahmad Mundzir). 

Penerapan Niat Ibadah yang Boleh Digabungkan

Menurut ulama Syafi’iyyah, niat merupakan kunci syarat sah. Ia tidak hanya sebagai penyempurna sebagaimana dalam mazhab Hanafiyah. Dalam mazhab Syafi’i, niat menentukan sah atau tidaknya amal.

Secara umum, ada beberapa ibadah yang bisa digabung dalam satu niat dan masing-masing bisa mendapatkan pahala. Misal, orang salat tahiyyatul masjid diniati sekalian salat sunah qabliyah Duhur. Atau ada orang habis bersetubuh dengan istrinya di pagi hari Jumat, kemudian ia berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besarnya sekaligus berniat mandi sunah Jumat. Niat seperti demikian ini sah hukumnya. Dalam ilmu fikih, ada banyak contohnya.

Dalam hal puasa juga berlaku demikian. Seperti ada orang mempunyai tanggungan utang puasa lalu di-qadha bersama puasa sunnah semacam ‘Arafah, Senin-Kamis, Asyura’ dan lain sebagainya, hukumnya sah.

Itulah penjelasan mengenai hukum menggabungkan niat puasa lain kedalam puasa Ramadan. Semoga bermanfaat! 


Topik

Agama Niat puasa puasa Ramadan kajian Islam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy