MALANGTIMES - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kepanjen, merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam pendapatan lain-lain yang sah di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang tahun 2018. Tercatat, RSUD Kanjuruhan yang masuk dalam Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mampu meraup Rp 80,6 miliar di tahun 2017 dan dibukukan dalam APBD Kabupaten Malang tahun 2018.
Pendapatan tersebut terbesar dibandingkan pos pendapatan lain-lain yang sah dengan nilai total Rp 231,7 miliar. Rekor terbesar pendapatan tersebut, tidak membuat Wakil Bupati (Wabup) Malang HM Sanusi atau dikenal dengan sapaan Abah Sanusi, bernafas lega dan berleha-leha. Terutama sejak terjadinya kekosongan sementara kursi Bupati Malang, sampai saat ini.
Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19
Perolehan pendapatan BLUD RSUD Kanjuruhan, bahkan membuat Abah Sanusi melakukan sidak yang membuat kaget para pengelola dan tenaga medis rumah sakit yang terletak di Jalan Panji, Kepanjen ini. Sidak tersebut, menurut Abah Sanusi sebagai bagian untuk melihat proses pelayanan di RSUD Kanjuruhan, secara langsung. "Sudah kita laksanakan beberapa hari lalu. Ini untuk memantau saja kondisi dan fakta di lapangan. Mengecek berbagai pelayanan yang berhubungan secara langsung dengan masyarakat," kata Abah Sanusi, Minggu (11/11/2018) dalam kunjungannya melihat pelaksanaan Pilkades Serentak Jilid II.
Beberapa hal yang disampaikan Wabup Malang mengenai sidak di RSUD Kanjuruhan, adalah mengenai pesannya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. "Agar pihak RSUD Kanjuruhan lebih meningkatkan pelayanannya. Kalau tahun lalu telah baik, maka tahun ke depannya lebih baik lagi, " ujarnya.
Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, salah satu syaratnya adalah dengan melakukan pendisiplinan seluruh elemen yang ada di RSUD Kanjuruhan tersebut. Abah Sanusi, mencontohkan, untuk bisanya tersebut wajib dimulai dari seluruh personil di rumah sakit daerah tersebut.
Contoh kecil yang juga menjadi harapan Wabup Malang ini adalah agar seluruh dokter dan petugas medis RSUD Kanjuruhan bisa datang atau ngantor lebih pagi lagi. Dibandingkan dengan tahun-tahun lalu atau bahkan di sepanjang tahun ini.
‘’Pelayanan kepada pasien atau masyaraka bisa lebih cepat dan lebih baik. Kalau seluruh dokter dan tim medis lainnya yang ada di setiap poli juga harus bisa datang lebih pagi lagi, " tegasnya.
Dengan demikian, masyarakat tidak sampai menunggu. "Sehingga sudah standby dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat jadinya tidak nenunggu pelayanan karena tidak adanya dokter," imbuh Abah Sanusi.
Kecepatan tindakan medis, tentunya menjadi prasyarat dasar sebuah rumah sakit. Bahkan, secara awam, untuk melakukan penilaian terhadap baik atau tidaknya sebuah unit layanan kesehatan, bisa dilihat dari hal tersebut.
Contoh konkritnya adalah, bagaimana pasien yang datang berobat, tidak harus menunggu lama dan antri untuk mendapatkan tindakan medis. Hal inilah yang menjadi harapan Wabup Malang dan tentunya masyarakat atas RSUD Kanjuruhan yang dari data angka menyumbang pendapatan terbesar dari hasil pelayanan kesehatan.
Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya
Disinggung mengenai penilaiannya terhadap RSUD Kanjuruhan dalam konteks penanganan medis, Abah Sanusi memberikan apresiasinya. "Sudah memiliki kecepatanan pelayanan kepada pasien atau masyarakat. Hanya saja, untuk sementara masih berada atau sesuai Standart Pelayanan Mutu (SPM) dan Standar Prosedur Operasional (SPO). Maka peningkatan pelayanan, saya pikir harus terus ditingkatkan," ujarnya.
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah, RSUD Kanjuruhan pun harus tunduk pada etika melayani masyarakat yang datang. Keramahtamahan seluruh unsur di dalamnya menjadi kewajiban yang harus diterapkan dan dilaksanakan. Bahkan budaya 3S yakni Senyum, Salam dan Sapa, harus jadi pedoman para punggawa kesehatan ini.
"Jika bisa diterapkan dengan baik, maka hal ini diyakini akan membatu psikologi dan semangat pasien untuk bisa sembuh. Kepercayaan masyarakat pun akan semakin tinggi atas layanan yang diterimanya," ucap Abah Sanusi.
Dia juga menyatakan, untuk semakin meningkatkan pelayanan RSUD Kanjuruhan pun secara infrastruktur kini sedang menyelesaikan penambahan gedung. "Iya, lagi pembangunan gedung rawat jalan dan ruangan-ruangan poli,” pungkasnya.
