JATIMTIMES - Penggunaan vape atau rokok elektrik sering kali dianggap sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok konvensional. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurut dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, penggunaan vape justru dapat membawa berbagai dampak buruk bagi kesehatan, terutama pada gigi dan mulut. Melalui akun Instagramnya, @dr.bobbyjantung, ia memaparkan sejumlah risiko kesehatan yang patut diwaspadai.
1. Gigi Berlubang
Zat perasa manis dalam cairan vape dapat menempel pada gigi, menyebabkan penumpukan plak yang menjadi pemicu gigi berlubang. Hal ini serupa dengan risiko yang ditimbulkan oleh makanan atau minuman manis yang dikonsumsi secara berlebihan tanpa menjaga kebersihan gigi.
2. Radang Gusi
Kandungan nikotin dalam vape dapat menghambat aliran darah di gusi. Akibatnya, jaringan gusi tidak mendapatkan pasokan nutrisi yang cukup, sehingga lebih rentan terhadap infeksi dan peradangan. Kondisi ini dikenal sebagai gingivitis atau radang gusi.
3. Mulut Kering
Cairan propilen glikol yang sering ditemukan dalam vape dapat menyebabkan penurunan produksi air liur, memicu kondisi mulut kering. Mulut yang kering berisiko mengalami bau mulut, sariawan, hingga kerusakan gigi.
4. Sariawan
Pecahan cairan atau aerosol vape yang panas dapat mengenai bibir, gusi, atau jaringan mulut lainnya. Hal ini dapat menimbulkan luka atau sariawan yang mengganggu kenyamanan pengguna.
5. Iritasi Mulut dan Tenggorokan
Aerosol yang dihasilkan dari vape dapat menyebabkan iritasi pada jaringan mulut dan tenggorokan, menimbulkan rasa tidak nyaman seperti perih atau panas.
6. Perubahan Struktur Gigi
Penggunaan vape dalam jangka panjang dapat memicu perubahan pada struktur dan estetika gigi. Zat-zat kimia dalam vape dapat merusak lapisan pelindung gigi dan mempengaruhi warna serta kekuatan gigi.
7. Penyakit Periodontal
Jika peradangan gusi yang disebabkan oleh penggunaan vape tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang lebih serius, di mana jaringan pendukung gigi mulai rusak.
8. Kehilangan Gigi
Nikotin dalam vape tidak hanya merusak gusi, tetapi juga dapat melemahkan tulang penyangga gigi. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, risiko kehilangan gigi menjadi semakin tinggi.
Demikian beberapa risiko kesehatan pada gigi dan mulut akibat vape menurut dr. Bobby. Semoga informasi ini bermanfaat!
