JATIMTIMES - Seluruh aktivitas wisata alam dan pendakian di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo resmi ditutup sementara. Kebijakan ini diambil akibat intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang, yang berpotensi menimbulkan bencana alam di kawasan tersebut.
Pengumuman ini disampaikan melalui Surat Keputusan (SK) dengan nomor 500.4.6.10/1240/123.7.2/2024 dan 500.4.6.10/1798/123.7.2/2024 yang diterbitkan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Raden Soerjo.
Surat yang diunggah melalui akun Instagram resmi @tahuraradensoerjo.official itu menyebutkan bahwa penutupan sementara dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.
Dalam surat tersebut, Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi, S.Hut., menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai tindakan antisipasi terhadap potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Hal ini dilakukan sekaligus untuk mendukung pemulihan ekosistem di kawasan tersebut.
“Penutupan ini merupakan langkah antisipasi bencana alam karena faktor cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem dalam kawasan Tahura Raden Soerjo,” ungkap Ahmad Wahyudi dalam keterangan resmi.
Keputusan ini didasarkan pada pantauan cuaca terkini yang menunjukkan hujan lebat, angin kencang, dan potensi petir di sekitar kawasan Tahura Raden Soerjo.
Penutupan sementara ini mencakup sejumlah objek wisata dan jalur pendakian yang populer, sebagai berikut ini:
Objek Wisata Alam
• Watu Lumpang
• Watu Ondo
• Wisata Panorama Petung Sewu (WPPS)
• Loka Wiyata Surya (LWS)
• Gunung Pundak
• Bukit Cendono
• Bukit Semar
• Bukit Watu Jengger
• Air Terjun Tretes
Jalur Pendakian
• Gunung Arjuno-Welirang melalui jalur Lawang, Sumber Grantas, Tretes, dan Tambaksari.
• Pendakian Bukit Lincing dan Bukit Cendono, dengan penutupan yang dimulai pada 11 November 2024.
Ahmad Wahyudi menegaskan bahwa aktivitas pendakian dan wisata baru akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca dinyatakan aman dan kondusif.
"Aktivitas di kawasan Tahura Raden Soerjo akan dibuka kembali setelah situasi cuaca dinilai aman dan kondusif untuk pendakian," ujarnya.
Pihak pengelola Tahura Raden Soerjo meminta masyarakat untuk mematuhi kebijakan ini demi keselamatan bersama. Pihak UPT juga mengimbau wisatawan agar selalu memperhatikan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan pembukaan kembali kawasan wisata.
