MALANGTIMES - Kejadian langka ini, mungkin baru pertama terjadi. Bagaimana tidak, jika biasanya masyarakat berbondong-bondong mengurus berbagai keperluan terkait kendaraan. Rabu (31/10/2018), pengunjung serta petugas kantor samsat 2, yang berlokasi di Jalan Raya Kendalsari Kecamatan Karangploso, justru berhamburan meninggalkan ruang pelayanan, setelah salah satu pengunjung tiba-tiba terkapar saat mengurus perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Dari pendalaman MalangTIMES, beberapa dari pengurus sempat berupaya memastikan kondisi korban. Namun, meski sempat diberikan pertolongan pertama, namun upaya itu sia-sia. Sumaryo warga Jalan Subandi Gang Ismail Dusun Wates Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo, meregang nyawa sesaat setelah pingsan.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
Terpisah, Kapolsek Karangploso AKP Effendy Budi Wibowo menuturkan, mengetahui insiden ini, beberapa petugas langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. “Jenazah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Prasetya Husada, dari identifikasi luar tidak ditemukan adanya bekas kekerasan di tubuh korban,” tutur Effendy.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pria 51 tahun itu, datang ke kantor samsat 2 karangploso sekitar pukul 09.15, dengan mengendarai sepeda motor Honda N-5177-JE. “Saat itu, korban hendak mengurus perpanjangan STNK,” sambung Effendy.
Dia menambahkan, sesampainya di kantor samsat, korban langsung mengurus persyaratan terkait perpanjangan STNK. Bahkan, pria plontos ini, juga sempat menjalani cek fisik kendaraannya. Insiden baru terjadi ketika korban menuju loket guna mengisi blangko cek fisik kendaraan, di meja yang disediakan di depan loket pelayanan formulir.
Beberapa saat kemudian, pria yang berusia lebih dari setengah abad ini, pingsan dan seketika tersungkur ke lantai. Masyarakat dan pegawai samsat lantas membawa kerumah sakit lantaran tidak segera siuman meski diberi pertolongan pertama.
Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat
Pihak keluarga yang mengetahui kejadian ini, seketika langsung mengunjungi korban di rumah sakit. Lantaran tidak ada unsur kekerasan dan penganiayaan, keluarga korban memilih enggan untuk otopsi. “Jenazah Sumaryo sudah dibawa ke rumah duka, dugaan sementara ini, korban meninggal karena serangan jantung. Hal ini dikuatkan dengan keterangan keluarga, jika selama ini korban memang memiliki riwayat penyakit jantung,” tutup Effendy.
