JATIMTIMES - Program Studi Sastra Inggris (Prodi Sasing) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), merayakan Dies Natalis ke 27. Kegiatan bertajuk "Embracing Modern Literature: Blooming in Poetry", menjadi kegiatan yang digelar sebagai rangkaian dalam memeriahkan Dies Natalis ke 27 belum lama ini.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari lomba puisi yang diikuti oleh siswa SMA/SMK se-Malang Raya, hingga pameran sastra yang bertujuan mengembangkan potensi penulisan dan memberikan ruang ekspresi bagi para peserta.

Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra, Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd, menjelaskan, dengan semangat dan kreativitas yang diusung, kegiatan ini menjadi dalah satu upaya dalam mendukung perkembangan dunia sastra, terlebih di kalangan pelajar.
Baca Juga : 9 Tahun Eksis Jadi Penggerak Literasi, Kafe Pustaka Pamit
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan bakat dan kreativitas dalam puisi, tetapi juga sebagai platform untuk menginspirasi dan mengembangkan minat sastra di kalangan generasi muda.

"Maka di sini kami undang siswa SMA/SMK se-Malang Raya," katanya belum lama ini.
Untuk itu, lanjut Teguh, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi para generasi yang ingin terus berkembang dalam sastra. Kegiatan ini sendiri diupayakan juga akan terus digelar rutin menjadi agenda tahunan.
"Dengan diadakannya kegiatan ini saya berharap dapat menjadi wadah bagi para pelajar untuk terus berkarya dan mengembangkan bakat mereka dalam bidang sastra dan bahasa," terangnya.

Ketua Pelaksana Ellite Competition, Luberingsih Mahanani, menjelaskan bahwa tema "Blooming in Poetry" menggambarkan bagaimana puisi seperti bunga yang masih kuncup. Puisi ibarat kuncup bunga yang belum mekar, menyimpan keindahan dan makna yang tersembunyi di balik kata-kata.
Baca Juga : Aremania Diminta Bersabar, Arema FC Bidik Juara Piala Presiden Keempat
Artinya, dapat memiliki makna yang mendalam serta indah jika dipahami dengan seksama.

Ketika membaca dan merenungkan sebuah puisi, makna tersebut perlahan-lahan terbuka, seperti bunga yang mekar dan memberikan wawasan yang lebih dalam dan pengalaman estetika yang kaya.
"Puisi tidak bisa ditelan mentah-mentah; ia membutuhkan pemahaman yang mendalam untuk mengungkapkan keindahannya," pungkasnya.
