JATIMTIMES - Masjid Nurul Ashri di Jalan Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman, belakangan ini viral di media sosial usai memborong 5 ton sayuran dari petani di Magelang, Jawa Tengah. Langkah ini diambil pihak masjid saat harga sayuran di pasaran anjlok, tujuannya untuk membantu para petani.
Harga sayuran, seperti pakcoy yang biasanya sekitar Rp 5.000, kini hanya dihargai Rp 200 per kilogram. Namun, Masjid Nurul Ashri membeli sayuran tersebut dengan harga lebih manusiawi, yaitu Rp 1.000 per kilogram, untuk mencegah kerugian yang dialami para petani.
Baca Juga : 3 Kunci Sukses Diet Ala Dokter Prama Aditya
"Kalau yang isunya itu kan Rp 200, kemudian setelah ada kesepakatan antara kami dengan petani kita ketemu di harga Rp 1.000 per kilogram,” kata Koordinator Partnership Masjid Nurul Ashri, Faturrahman Arhaby, sebagaimana dilansir dari Pandangan Jogja pada Jumat (19/7/2024).
Program pembelian sayur ini kali pertama dilakukan langsung oleh pihak masjid pada Rabu pekan lalu. Selain pakcoy, masjid juga membeli berbagai jenis sayur lainnya seperti kubis, buncis, terong, wortel, daun bawang, selada, tomat, dan masih banyak lagi.
Lantas pada hari ini, Jumat (19/7/2024), Masjid Nurul Ashri juga mengadakan Super Bazar Sayur. Sayuran yang dibeli langsung dari petani ini dibagikan secara gratis kepada jamaah salat dan kajian salat subuh Jumat.
"Bawa tas belanja dari rumah dan bawa infaq terbaik ya," tulis akun Instagram resmi @masjidnurulashri.
Dana untuk memborong sayur ini diperoleh dari jasa titip (jastip) yang dibuka untuk jamaah, serta donasi. Sayur yang dibeli dengan uang donasi ini kemudian dibagikan secara gratis kepada warga dan masjid sekitar.
“Ada dua skema. Ada warga yang nitip beli dan ada juga donatur, sayurannya nanti dibagikan ke masjid dan warga,” jelas Faturrahman.
Baca Juga : Rekomendasi Turun Agustus, DPD PDI Perjuangan Jatim Segera Panggil Sanusi
Masjid Nurul Ashri juga siap membantu petani di Jogja maupun luar Jogja yang mengalami kesulitan harga jual. Tim masjid akan datang langsung untuk memastikan situasi tersebut. Jika valid, mereka akan membeli sayur dari petani tersebut.
“Apa yang bisa kita bantu untuk para petani di manapun selama masih bisa terjangkau oleh kita akan kita bantu, termasuk Jogja,” tambahnya.
Program ini tidak hanya membantu para petani untuk mengurangi kerugian, tetapi juga meningkatkan jumlah jemaah yang hadir dalam kajian Jumat Subuh. Sayur yang dibagikan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat.
