JATIMTIMES - Kabar sensor mobil listrik Tesla mampu mendeteksi makhluk tak kasat mata telah beredar luas paska kejadian di komplek pemakaman umum di Amerika yang dibagikan akun Tiktok @sixtytwomedia. Karena penasaran, warga Indonesia pun turut mencobanya.
Pengguna Tesla Model Y, Romario Kusno, membagikan pengalamannya saat menggunakan mobil listriknya. Di luar dugaan, sensor pejalan kaki yang menjadi salah satu fitur andalan menangkap sosok tak kasat mata.
Baca Juga : Entah Siapa yang Salah, ODGJ Pecahkan Kaca Pajero
Pengalaman mengerikan itu dibagikan Mario dalam Instagram @romario_rage. Video itu lantas viral dan banyak dibagikan akun media sosial lainnya seperti akun Tiktok @ir.deniramadhani.
Dalam video itu terlihat Romario mengendarai Tesla di komplek TPU di Jakarta, tetapi belum diketahui di mana lokasi tepatnya.
Mario mulanya bertanya kepada seorang bapak-bapak apakah mobil Teslanya masih bisa melalui jalan kuburan tersebut.
"Ngetes sensor Tesla di TPU. Pas lagi jalan biasa, tiba-tiba muncul ini di layar. Apakah itu?” bunyi keterangan dalam video tersebut, dikutip Jumat (26/4/2024).
Setelah memasuki area pemakaman, mobil Tesla itu pun sengaja Mario hentikan. Tak disangka, keinginan Mario pun terpenuhi.
Sensor pada mobil tersebut mendeteksi sosok manusia berukuran sangat besar. Hal itu pun membuat penumpang terkejut karena tidak ada orang di belakang mobil mereka.
“Ih orang, orang, orang,” ujar seorang wanita yang terekam dalam video tersebut ketika sensor menunjukkan sosok pria di sisi kiri mobil. Bahkan, sensor tersebut memberikan peringatan ketika mobil mendekati sosok tersebut.
Video itu pun menuai beragam tanggapan warganet. Ada yang pro dan ada yang kontra terhadap adanya sensor pendeteksi hantu di mobil Tesla tersebut.
"Kalo beneran begitu berarti program sensornya ngga bagus atau mungkin error dan ngga aman soalnya bisa deteksi ghost,, kebayang dikecepatan tinggi tiba2 deteksi ghost dan berhenti mendadak bisa kecelakaan beruntun,” tulis @4m***.
“Yang mau nyari setan harus pake mobil Tesla si ini mah,” tulis @kholi***.
Pendapat Ilmuwan
Baca Juga : Sosok Zita Anjani, Putri Zulhas yang Viral Usai Unggah Cup Starbuck Dekat Kakbah
Dr Jessada Denduangboripant, dosen Fakultas Sains Universitas Chulalongkorn mengatakan, kejadian tersebut bukanlah fenomena supranatural. Dia justru meyakini bahwa munculnya penampakan di layar head unit Tesla bukan kejadian supranatural.
Dia melihat hal itu terjadi karena kesalahan perangkat lunak Tesla. Khususnya sensor untuk mendeteksi keberadaan orang lain di luar mobil.
Ia menilai, sensor tersebut justru mendeteksi benda-benda yang kemudian dianggap sebagai manusia. Padahal di saat itu sama sekali tidak ada orang.
Menurutnya, benda-benda tersebut memiliki bentuk yang terlihat mirip dengan manusia. Alhasil sensor memproyeksikannya seperti manusia.
"Sebaiknya memang ada pembaruan perangkat lunak karena kesalahan pendeteksian yang dilakukan sensor," ujar Dr Jessada Denduangboripant.
Lebih lanjut, dia mengatakan pembaruan perangkat lunak sangat diperlukan guna menghindari potensi kerugian yang dialami oleh pengguna jalan. Pasalnya, sensor tersebut jelas keliru dalam melakukan pendeteksian.
Jessada mengatakan suaminya pernah melakukan pengujian serupa pada situs-situs keramat. Memang, pada sensor Tesla milik suaminya memperlihatkan sosok yang berdiri di depan krematorium pada kuil Budha.
Namun, ia menjelaskan bahwa sensor dan kamera pada mobil listrik Tesla salah menginterpretasikan objek yang ditangkapnya. Menurutnya, sosok yang berdiri tersebut seharusnya sebuah pot bunga yang memang berada tepat di depan krematorium tersebut.
