JATIMTIMES - Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan salat tarawih. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika salat tarawih memiliki hukum sunah muakkad, yaitu sunah yang ditegaskan dan dianjurkan secara kuat.
Keutamaan salat tarawih juga disampaikan dalam hadis Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
Baca Juga : Memakai Baju Baru di Hari Raya Idul Fitri, Wajib atau Sunah?
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
Artinya, “Barang siapa melakukan salat (Tarawih) pada Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).
Maka tak heran, salat tarawih memiliki keutamaan tersendiri disetiap malamnya.
Salat tarawih pada malam ke-15 di bulan Ramadan sangatlah istimewa bagi yang menjalankan ibadah qiyamu Ramadan ini.
Dalam Kitab Durrotun Nashihin sebagaimana dilansir dari laman Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB disebutkan fadhilah sholat tarawih malam ke 15 yakni malaikat memintakan ampunan.
وفى الليلة الخامسة عشرة تصلى عليه الملائكة وحملة العرش والكرسى
Artinya: Pada malam yang ke 15, para malaikat dan para malaikat penyangga arasy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit memintakan ampunan pada orang yang sholat tarawih.
Baca Juga : Polresta Malang Kota Imbau Warga Lakukan 4 Langkah Aman Tinggalkan Rumah Saat Salat Tarawih
Muhammad Ajib Lc dalam bukunya 33 Macam Jenis salat Sunnah menjelaskan, ada dua hadits yang masyhur berkaitan dengan keutamaan shalat tarawih. Pertama, hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosadosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR.Bukhari dan Muslim).
Hadits kedua:
“Siapa saja yang ikut shalat tarawih berjemaah bersama imam sampai selesai maka untuknya itu dicatat seperti shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
