JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap rentetan gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dipicu oleh sesar aktif.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yg terjadi merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Aktif," tulis Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui akun X pribadinya @DaryonoBMKG.
Baca Juga : Rentetan Gempa di Sumedang Rusak Puluhan Rumah
Lebih lanjut Daryono mengatakan jika hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
"Epicenter Gempa Sumedang ini terletak persis di Kota Sumedang dan sesuai/terkonfirmasi dengan kerusakan yang terjadi, sehingga gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang yang berada di wilayah tersebut," jelasnya.
Daryono juga menerangkan bahwa lokasi 3 episenter gempa Sumedang (lingkaran warna hijau gambar bawah) terletak berdekatan dengan jalur Sesar Cileunyi-Tanjungsari. "Sehingga Gempa Sumedang ini diduga sebagai terusan dari Sesar Cileunyi -Tanjungsari," hasil analisis Daryono bersama Ajat Sudrajat dari BMKG.

Pada 19 Desember 1972, menurut Daryono pernah terjadi gempa bumi Magnitudo 4,5 yang mengguncang Kab. Sumedang, dan berdampak mencapai skala IntensitasVI MMI. "Gempa kerak dangkal saat itu menyebabkan kerusakan banyak bangunan rumah dan longsoran di Cibunar, Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat," ujarnya.
Berikut ini gambar lokasi gempa Kota Sumedang 2023 dan sejarah gempa sebelumnya.

Daryono juga membubuhkan gambar peta seismisitas tahun 2008-2023.

"Tampak bahwa di lokasi epicenter gempa di Sumedang (bintang merah) sebenarnya merupakan area dengan tingkat seismisitas rendah," pungkas Daryono.
